Tokoh Katolik: Seperti Koruptor, Terorisme Gunakan Agama Hanya Kedok

Politik  SELASA, 06 APRIL 2021 , 00:22:00 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tokoh Katolik: Seperti Koruptor, Terorisme Gunakan Agama Hanya Kedok

Tangkapan layar, tokoh agama Katolik, Yohanes Handojo/Repro

RMOLBANTEN Tokoh agama Katolik Yohanes Handojo, menyatakan,  terorisme yang belakangan masih terjadi di tanah air, bukanlah berasal dari ajaran agama tertentu.

Terorisme merupakan bagian sesat pikir dari sekelompok orang yang mempunyai tujuan tertentu untuk menghalalkan segala cara.

Yohanes Handojo, menyampaikan itu dalam acara sarasehan kebangsaan ke-42 Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) bertajuk "Aksi Teror Mengapa Terulang Lagi?" pada Senin (5/4).

"Tidak ada agama manapun di Indonesia yang mengajarkan umat atau jamaahnya menyakiti diri sendiri atau merugikan orang lain," kata Yohanes.

Aksi-aksi teror yang dilakukan oleh para teroris itu hanyalah gerakan tidak manusiawi yang mengatasnamakan agama untuk kepentingan tertentu.

"Terorisme memakai ajaran agama sebagai kedok untuk mencapai tujuannya," tuturnya.

"Sebagaimana halnya apabila orang melakukan tindakan korupsi, maka itu tidak ada hubungan dengan agama yang dianut oleh koruptor tersebut," demikian Yohanes.

Turut hadir dalam acara tersebut para pemuka lintas agama dalam acara sarasehan DN-PIM yang diketuai oleh Prof Din Syamsuddin tersebut yakni Pdt Patar Napitupulu dari agama Protestan, Yohanes Handojo dari agama Katolik.

Kemudian, Philips K Widjaya dari agama Budha, KRHT Astono Chandra dari agama Hindu, dan KH Amidhan Shaberah dari Islam dan Uung dari Konghucu.[dzk]



Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds