Direktur IPO: Menafsirkan Manuver Moeldoko Dibekingi Jokowi Terlalu Jauh, Kalau Restu Mungkin Saja

Politik  KAMIS, 08 APRIL 2021 , 00:34:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Direktur IPO: Menafsirkan Manuver Moeldoko Dibekingi Jokowi Terlalu Jauh, Kalau Restu Mungkin Saja

Presiden Joko Widodo dengan Kepala KSP Moledoko/Net

RMOLBANTEN Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menyatakan, sangat sulit bila manuver politik Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko terhadap Partai Demokrat dianggap terjadi karena ada campur tangan aktif dari Presiden Joko Widodo demi kepentingan pribadi.

"Itu terlalu jauh menafsirkan presiden lakukan intervensi aktif atas kisruh Demokrat, kalau Jokowi dianggap merestui tindakan Moeldoko masih mungkin," kata terang Dedi, Rabu (7/4).

Dedi mengamini bila sejauh ini pihak istana belum menindak tegas Moeldoko. Padahal, jabatan mantan Panglima TNI sebagai KSP itu jelas-jelas berada di komplek Istana Negara.

Belum adanya tindakan presiden berbeda dengan sikap Menkumham Yasonna Laolly yang secara tegas menolak pengesahan permohonan Kongres Luar Biasa (KLB).

"Faktanya Moeldoko tetap berada di Istana hingga saat ini?" demikian Dedi dilansir dari Kantor Berita Politik RMOLID. [dzk]

Komentar Pembaca
Tongkat Komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Titik Jatuh Sriwijaya Air

Titik Jatuh Sriwijaya Air

SENIN, 11 JANUARI 2021 , 01:01:00

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

Tanggap Darurat Banjir Kalsel

SABTU, 16 JANUARI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds