Kritisi Kebijakan Pusat, WH: Bagaimana Bisa, Mudik Dilarang Tapi Wisata Dibuka

Pemprov Banten  JUM'AT, 09 APRIL 2021 , 01:04:00 WIB | LAPORAN: JEJEN MUHAMAD

Kritisi Kebijakan Pusat, WH: Bagaimana Bisa, Mudik Dilarang Tapi Wisata Dibuka

Gubernur Banten, Wahidin Halim/JEN

RMOLBANTEN Langkah tegas ditunjukan Gubernur Banten Wahidin Halim  dengan mengkritik keras kebijakan Pemerintah Pusat yang melarang mudik tapi memperbolehkan objek wisata dibuka selama lebaran atau hari raya Idul Fitri 2021.

Kebijakan tersebut, kata pria yang akrab disapa WH ini saling bertolak belakang, dan justru akan membuat Pemerintah Daerah kesulitan dalam melakukan pencegahan serta penanganan Covid-19.

"Jadi, Covid-19 dan ekonomi seperti dua sisi mata uang. Harusnya pilihanya satu (kebijakan), dilarang ya dilarang udah. Kalau mudik dilarang, tapi wisata dibolehkan, yang kesulitan Pemerintah Daerah," tegas WH di Rumah Dinas Gubernur Banten, Kota Serang, Kamis (8/4).

Lanjut WH, ketika dua kebijakan tersebut diberlakukan maka dipastikan daerah pusing dalam melaksanakan impelementasinya dilapangan.

"Kalau di pantai bagaimana ngatur protokol kesehatanya, ini kan menimbulkan persoalan bagi kita," katanya.

Jelas WH, fakta dilapangan wisatawan terkadang tidak hanya datang dari luar daerah seperti Jakarta melainkan wisawatan lokal hingga dari kampung-kampung memusatkan liburan di berbagai destinasi wisata di Banten.

"Datang dari kampung-kampung, masyarakat kalau udah lebaran kegerahan makan daging, sate, dan ketupat sayur dibuka baju, dari rumah lalu lari ke pantai berkerumun disitu," ungkapnya.

Dikatakan WH, berkaca pada tahun pertama pandemi Covid-19, destinasi wisata dipenuhi wisatawan domestik sehingga pengaturan penerapan disiplin protokol kesehatan sangat sulit dilaksanakan.

Meski sudah memperketat protokol kesehatan tidak mungkin pula Satgas Covid-19 mengontrol seluruh destinasi wisata di Banten. Mengingat destinasi wisata cukup banyak.

"Tahun lalu, kan banyak dari wisata domestik, bagaiamana cara menanganinya, ini juga masalah, protokol kesehatan sudah ada, sudah punya cara menangani, tapi kita tidak mungkin (maksimal). Inilah yang menjadi persoalan kita dalam menata Prokesnya," demikian Wahidin Halim. [ars]

Komentar Pembaca
Irna-Tanto Dan Benyamin-Pilar Resmi Kepala Daerah
Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

SABTU, 29 MEI 2021 , 01:14:00

Penampakan Gerhana Bulan Total

Penampakan Gerhana Bulan Total

KAMIS, 27 MEI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds