WH Laporkan Dugaan Pemotongan Dana Hibah Ponpes Ke Kejati Banten, Siapa Kena?

Hukum  JUM'AT, 09 APRIL 2021 , 11:15:00 WIB | LAPORAN: JEJEN MUHAMAD

WH Laporkan Dugaan Pemotongan Dana Hibah Ponpes Ke Kejati Banten, Siapa Kena<i>?</i>

Gubernur Banten Wahidin Halim/JEN

RMOLBANTEN Gubernur Banten Wahidin halim mengaku melaporkan dugaan kasus pemotongan dana hibah bantuan pondok pesantren (Ponpes) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Sebagaimana diketahui, Tahun 2020 Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan bantuan dana hibah ke kepada 3.926 Ponpes di Banten dengan nilai mencapai Rp 117.78 miliar, setiap Ponpes mendapatkan Rp30 juta.

"Yang laporin ke Kejati saya, catat. Begitu banyak informasi tentang pemotongan (dana hibah Ponpes), jangan sampai ke depan ada orang yang memanfaatkan, ada kelompok tertentu yang memanfaatkan," kata Gubernur WH di Kota Serang, Jumat, (9/4).

Meski demikian, Mantan Walikota Tangerang itu enggan membeberkan rincian nilai bantuan dana per ponpes yang diduga di sunat.

Yang jelas, WH memastikan pelaporan itu bertujuan untuk memberikan efek jera terhadap pelaku agar tidak memanfaakan lagi dana bantuan ponpes.

"Kenapa dilaporin?, Supaya tidak ada informasi fiktif. Ke depan mau diberikan lagi termasuk kemarin memberikan bantuan Rp 500 ribu, ya harus diverifikasi dan validasi ada tangan tertentu yang punya kepentingan. Ini yang harus kita bereskan," ungkap WH.

Dengan pelaporan itu, terang WH, Pemprov Banten telah bersikap tegas untuk terus meningkatkan intergritas serta komitmen dalam pemberantasan korupsi.

"Ini menunjukan integritas bahwa itu akan kita bersihkan. Minta bantuan Kejaksaan, Polisi, bereskan proses secara hukum," tegasnya.

Dilain hal, WH meyakini tidak ada pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten yang turut bermain dipusaran pemotongan dana ponpes.

Namun demikian, jika dalam pemeriksaan kedapatan oknum ASN yang bermain maka aparat penegak hukum harus menuntaskan secara hukum.

"Akan kita lihat apakah pemeriksaan ada pemotongan. Ya sikat. Apakah itu pegawai negeri?, belum tentu. Apakah masyarakat kyai? Bukan, tapi ada orang yang memanfaatkan itu," terangnya.

Mantan anggota DPR RI itu juga tak segan-segan mengancam menyampaikan secara transparan apabila telah dilakukan pemeriksaan serta ditetapkan tersangka maka seluruh oknum akan dipampang dihadapan publik.

"Nanti  kalau udah selesai pemeriksaan, saya akan sampaikan orang-orangnya. Kalau bisa fotonya dimuat, jangan pakai masker, jangan pakai tutup mata. Nih orangnya begini yang sering ngerjain gubernur kerjaanya," tandasnya. [ars]


Komentar Pembaca
Irna-Tanto Dan Benyamin-Pilar Resmi Kepala Daerah
Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

SABTU, 29 MEI 2021 , 01:14:00

Penampakan Gerhana Bulan Total

Penampakan Gerhana Bulan Total

KAMIS, 27 MEI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds