Ini Penyebab Tangsel Zona Merah Covid-19

Kesehatan  JUM'AT, 09 APRIL 2021 , 19:30:00 WIB | LAPORAN: JEJEN MUHAMAD

Ini Penyebab Tangsel Zona Merah Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti/JEN

RMOLBANTEN Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti membeberkan faktor penyebab Kota Tangerang Selatan kini berstatus zona merah Covid-19 karena ada keterlambatan input data sehingga terjadi kesalahan administratif yang membuat kasus Covid-19 seolah-olah menumpuk.

"Nah kaitanya dengan Tangsel kenapa dia saat ini kembali lagi ke zona merah. Ini memang kesalahan administratif yang masih lambat. Karena ini akan menjadi bentuk satu phenomena gunung es," ujar Ati di Kota Serang, Jumat (9/4).

Menurut Ati, Pemerintah Provinsi seringkali mengingatkan ketika keterlambatan data yang dilakukan oleh Tangsel.

Bahkan, kata Ati, Gubernur Banten Wahidin Halim telah melakukan evaluasi ke Pemerintah Tangsel untuk terus memperbaiki data Covid-19.

"Pak gubernur membuat langkah-langkah terakhir melakukan evaluasi langsung ke Tangsel bersama wakil walikota Tamgsel dan tim satgas agar benar-benar menekankan data ini satu data nasional yaitu data new all record yang telah dibuat oleh pusat," ungkapnya.

Memang pusat, dikatakan Ati, telah membuat dua kali data All record dengan New All Record. Jadi, memang ketika perpindahan data dari All Record ke New All Record  itu lah yang tertinggal data pusat dengan data Provinsi.

"Data Provinsi sudah 43 ribu kasus positif tetapi di data Nasional belum tercatat 43 ribu. Itulah yang terjadi selisih dan ini terjadi di beberapa Provinsi juga," terang Ati.

Ati membeberkan di awal kesalahan data sempat terjadi pada DKI Jakarta kemudian Jawa Barat untuk merevisi atau memvalidasi dan terakhir Banten kebagian tervalidasi.

"Dan akhirnya sekarang data yang ada di Pusat dengan di Provinsi sudah sama," pungkasnya. [ars]


Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds