Ada Yang Gunakan Formalin, Hati-Hati Beli Daging Di Pasar Anyar Tangerang

Kesehatan  KAMIS, 15 APRIL 2021 , 20:17:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Ada Yang Gunakan Formalin, Hati-Hati Beli Daging Di Pasar Anyar Tangerang

Pengecekan bahan makanan di Pasar Anyar, Kota Tangerang/AUL

RMOLBANTEN Momentum bulan suci ramadhan nyatanya masih saja digunakan pedagang nakal untuk melakukan kecurangan. Salah satunya menggunakan formalin pada daging ayam potong yang dijual.

Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang masih menemukan daging ayam berformalin di Kawasan Pasar Anyar, Kota Tangerang. Hal tersebut berdasarkan hasil sampel laboratorium.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Abduh Surahman menjelaskan, baham formalin didaging ayam ditemukan saat sidak di Pasar Anyar beberapa hari lalu.

"Saat itu kita ambil sampel dan setelah ketahuan ada formalin kita datangi lagi bersama polisi tapi yang bersangkutan malah sudah hilang," kata Abduh, Kamis (15/4).

Pasalnya, DKP Kota Tangerang juga sudah melayangkan surat peringatan kepada pedagang tersebut dan memberitahukan kepada PD Pasar.

Abduh menambahkan, tidak hanya daging ayam, bahan makanan seperti usus ayam, dan kulit ayam juga ditemukan mengandung formalin.

Ia menerangkan, kalau formalin sangat berbahaya jika di konsumsi. Maka itu, DKP Kota Tangerang akan menyusuri ke seluruh pedagang untuk mengetahui apakah masih ada yang menjual bahan makanan mengandung formalin.

"Masyarakat banyak yang tidak tahu, mereka tertarik karena bahan makanan yang mengandung formalin dijual murah, untuk itu, masyarakat harus tetap waspada," tambahnya.

Pasalnya, penemuan bahan makanan yang mengandung formalin tidak hanya sekali saja, melainkan sering ditemukan di Pasar Anyar. Makanya, selalu dilakukan pengawasan terhadap para pedagang.

"Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian, untuk memproses secara hukum karena formalin dilarang dan bahan yang sangat berbahaya," tegas Abduh.

Abduh menuturkan, para pedagang yang sudah ketahuan menjual bahan makanannya menggunakan formalin akan dilakukan pemantauan khusus.

Hal tersebut, untuk memastikan bahwa mereka tidak berjualan lagi dengan bahan formalin.

"Jika masih nekad, maka akan ada penutupan lapak secara permanen. Mereka juga akan dibawa ke pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkasnya. [ars]


Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds