Tetapkan Satu Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes, ALIPP : Pejabat Pemprov Banten Jelas Terlibat

Hukum  JUM'AT, 16 APRIL 2021 , 17:39:00 WIB | LAPORAN: JEJEN MUHAMAD

Tetapkan Satu Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes, ALIPP : Pejabat Pemprov Banten Jelas Terlibat

Direktur Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada /JEN

RMOLBANTEN. Direktur Aliansi Lembaga Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada memuji gerak cepat Kejati Banten dalam menetapkan satu orang tersangka berinisial ES dalam kasus dugaan korupsi dana Ponpes tahun anggaran 2020 senilai Rp117,78 miliar

Aktivis anti korupsi itu mengendus ada aktor intelektual dibalik keterlibatan ES sebagai pekerja swasta dalam pusaran korupsi dana ponpes tersebut.

"Saya yakin melibatkan banyak orang, baik di lingkungan Biro Kesra Pemprov Banten maupun di lingkaran pengurus FSPP (forum silaturahmi pondok pesantren) Banten," kata Uday kepada kantor berita Rmolbanten.com pada, Jumat (16/4).

Uday menduga ada persekongkolan jahat dilingkaran Biro Kesra dan FSPP untuk memanfaatkan program dana hibah Ponpes yang digulirkan pemerintah sejak 2018 lalu.

"Segerakan panggil pejabat Biro Kesra Banten untuk memongkar secara terang  kasus dugaan korupsi ini" tegasnya.

Uday membeberkan modus pelaku kerap memakai cara lama dengan melakukan pemotongan serta lembaga fiktif.

Uday meyakini kasus ini akan terungkap karena pada 10 tahun lalu ALIPP juga melaporkan kasus hibah Bansos senilai Rp340 miliar untuk 221 lembaga yang mampu dibongkar.

"Pola kuno dan kampungan ini adalah pengulangan sejarah kelam penyaluran bantuan hibah sepuluh tahun lalu," katanya.

Sebab itu, Uday pun mengajak seluruh elmen untuk mengawasi Kejati Banten agar serius serta transparan dalam membongkar skandal kasus korupsi dana hibah.

Kata Uday, perkara kasus ini tidak terlalu rumit untik diungkap secara menyeluruh tinggal bagaimana Kejati mampu tidak meeringkus aktor intelektual dibalik kasus tersebut

"Ini adalah kejahatan yang memanfaatkan kedok agam. Merampok di jalan Allah kesesatan dijalan lulus," pungkas Uday

Hingga berita ini diterbitkan wartawan mencoba untuk mengonfirmasi Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (PemKesra) Setda Pemerintah Provinsi Banten, Gunawan Rusminto, namun tidak ada jawaban. [ars]


Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds