Kordinator GIB: Ambang Batas Besar, Pilpres Akan Jadi Hajatan Para Cukong-Kacung

Politik  SABTU, 17 APRIL 2021 , 01:21:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Kordinator GIB: Ambang Batas Besar, Pilpres Akan Jadi Hajatan Para Cukong-Kacung

Kordinator GIB, Adhie Massardi/Net

RMOLBANTEN Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi menilai hajatan Pilpres hanya akan mengubah hubungan antara penguasa dan pengusaha dengan istilah baru, jika apa yang disampaikan Refly Harun terkait ambang batas itu benar.

Hubungannya berubah menjadi cukong dan kacung.

"Jika pilpres merupakan hajatan para Cu Kong hasil pilpres akan mengubah hubungan "Penguasa dan Pengusaha" menjadi hubungan antara "Cu Kong dan Ka Cung,” tulis Adhie Massardi di Twtter pribadinya, Jumat (16/4).

Kata Adhie, dengan ambang batas yang besar dan kemampuan cukong untuk membeli” partai, maka hanya membuat penguasa terpilih tidak ubahnya sebagai kacung dari para cukong. Sementara pejabat negara yang berada di bawah kekuasaan presiden sebatas pembantu kacung.

"Lalu di mana posisi rakyat pemilik kedaulatan?” demikian Jurubicara Alamarhum Presiden Abdurahman Wahid atau dikenal Gus Dur.

Diketahui, ambang batas presiden atau presidential threshold terus menjadi polemik jelang gelaran Pilpres 2024. Sebagian besar kalangan non parpol menghendaki agar ambang batas tersebut dihapus.

Pakar hukum tata negaraRefly Harun, pernah menyebut ambang batas yang besar, hingga 20 persen, akan membuat Pilpres 2024 dikuasai cukong.

Ini lantaran ketentuan itu membuat pihak yang berduit yang mampu 'membeli' parpol untuk mencalonkan presiden.

Menurutnya, jika presidential threshold dipertahankan di 2024, maka yang bisa calonkan presiden cuma cukong saja. Sebab cukong bisa beli enam parpol Istana, masing-masing Rp 1 triliun untuk ajukan satu paslon. [dzk]



Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds