Ahmad Muzani: Partai Politik Harus Hadir Saat Kondisi Rakyat Sulit, Jangan Hanya Jelang Pemilu

Nusantara  SELASA, 20 APRIL 2021 , 00:19:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Ahmad Muzani: Partai Politik Harus Hadir Saat Kondisi Rakyat Sulit, Jangan Hanya Jelang Pemilu

Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani dan jajaran Fraksi Gerindra di sela kunjungannya di NTT/Net

RMOLBANTEN  Partai politik memiliki tanggung jawab besar untuk turut memberikan bantuan kepada masyarakat di kala tertimpa musibah.

Partai politik harus hadir di tengah-tengah masyarakat yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana alam yang belakangan terjadi di Tanah Air.

Demikian disampaikan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani  di sela kunjungannya di Nusa Tenggara Timur, Senin (19/4).

Menurut Muzani,bantuan-bantuan yang diberikan bukannya hanya dilakukan ketika menjelang pemilu, tetapi di saat genting seperti bencana alam yang melanda belakangan ini.

"Lazimnya sebuah partai politik bergerak mendekati masa pemilu atau pilkada sibuk membangun pencitraan, seolah-olah dia paling membela kepentingan rakyat. Akan tetapi Bapak Prabowo Subianto tidak mengajarkan kami untuk melakukan hal demikian," ujar Ahmad Muzani

Prabowo Subianto, kata Muzani selalu mengajarkan bahwa berpolitik adalah proses yang tidak pernah berhenti untuk terus memikirkan rakyat dan tidak kenal lelah untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat demi mencapai tujuan bangsa dan negara.

"Sehingga partai Gerindra hadir untuk rakyat bukan hanya saat menjelang pemilu saja, tapi juga di saat-saat sulit seperti ini," imbuhnya.

Dalam kunjungan di NTT Wakil Ketua MPR ini sekaligus menyerahkan bantuan dari Partai Gerindra berupa beras, mie instan, ikan kaleng, susu, biscuit, sabun mandi, sikat gigi, pasta gigi, selimut, masker serta air mineral.

Komoditi di atas adalah kebutuhan yang paling utama bagi masyarakat korban bencana agar bisa bertahan hidup di saat sulit seperti ini. Serta dibutuhkan sinergisitas antara kepala daerah di Provinsi NTT agar pemulihan pasca bencana bisa dilakukan dengan cepat.

"Karena yang paling rawan dari bencana adalah pada saat satu minggu pertama, ada yang menjerit, menangis serta kehilangan anggota keluarganya dan tidak sabar menunggu (bantuan datang). Itulah awal krisis sebenarnya, sehingga butuh penanganan dari kepala daerah agar bencana dapat terkendali," demikian Ahmad Muzani.[dzk]



Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds