Telat Bayar THR, Kemnaker Maen Ancam Bekukan Perusahaan!

Ekbis  RABU, 21 APRIL 2021 , 20:41:00 WIB | LAPORAN: TANGGUH

Telat Bayar THR, Kemnaker Maen Ancam Bekukan Perusahaan<i>!</I>

Ilustasi/Net

RMOLBANTEN Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan pengusaha kepada pekerja menjelang hari raya, baik perusahaan lama maupun baru. Khususnya, di tengah pandemi Covid-19.

"THR sekurang-kurangnya dibayarkan tujuh hari sebelum hari raya," ujar Direktur Pengupahan Ditjen PHI JSK Kemnaker, Dinar Titus Jogaswitani di Webinar "Cerdas Kelola THR" oleh Kominfo dan Komite Penanganan Covid-19 Dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu, (21/4).

Dinar menambahkan, tetap wajib membayar THR sekalipun tidak sesuai tenggat waktu. Namun perlu dialog antara pengusaha dan pekerja untuk kesepakatan tertulis. Perjanjian tertulis tersebut, lanjutnuya, harus dilaporkan perusahaan kepada Dinas Tenaga Kerja paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Titus menekankan, jika perusahaan atau pengusaha terlambat membayar THR, maka akan dikenakan denda lima persen dari jumlah THR yang dibayarkan kepada para pekerjanya. Denda tersebut dikelola dan dipergunakan untuk kesejahteraan pekerja.

"Ada sanksi yang akan diberlakukan ke perusahaan yang tidak membayar THR. Antara lain, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara bagi sebagian atau seluruh alat produksi, hingga pembekuan kegiatan usaha," tutupnya.

Sementara itu, menurut perencana keuangan, Mike Rini Sutikno, THR dapat memulihkan ekonomi nasional dari dampak pademi Covid-19. Namun, penerima THR perlu mengelola dengan bijak. Menurutnya, THR bukan untuk dihabiskan pada saat hari raya. Melainkan, dipergunakan untuk biaya pengeluaran setelah hari raya usai.

"Pola pikir kita mengenai THR perlu diubah. THR bukan rezeki yang datang untuk dihabiskan semua pada saat hari raya," urainya.

Selain itu, Mika menambahkan, pengelolaan THR perlu dibagi ke beberapa pos pengeluaran. Pertama, untuk prioritas. Artinya, menabung dana darurat, pelunasan hutang, serta investasi masa depan.

"Dana darurat sangat penting. Karena masa epidemi ini situasi tidak pasti. Proporsi pos prioritas ini 10-30 persen dari THR yang didapat," terangnya.

Mike menjelasnkan, pos pengeluaran THR selanjutnya adalah zakat, infak, dan sedekah dengan proporsi 10 persen THR. Pengeluaran untuk sajian khas hari raya sebesar 5-15 persen THR. Pengeluaran untuk busana dan perlengkapan ibadah dialokasikan sebesar 5-15 persen THR yang di dapat.

"Saat hari raya, tidak perlu semua yang kita pakai mesti baru. Upayakan belanja berdasarkan kebutuhan bukan atas dasar keinginan," tuturnya.

Dia menambahkan dana THR dapat digunakan untuk keperluan lainnya seperti liburan, halal bihalal, renovasi rumah. "Keperluan seperti ini dialokasikan hanya sekitar 10-15 persen," demikian Mike.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Komunikasi Korporat, Danone Indonesia Arif Mujahidin mengatakan THR merupakan salah satu bentuk dukungan kepada karyawan. "Ketika karyawan bahagia, maka produktivitas pun ikut meningkan," pungkasnya. [tsr]


Komentar Pembaca
Irna-Tanto Dan Benyamin-Pilar Resmi Kepala Daerah
Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

SABTU, 29 MEI 2021 , 01:14:00

Penampakan Gerhana Bulan Total

Penampakan Gerhana Bulan Total

KAMIS, 27 MEI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds