Nasir Djamil: Satu Dekade Terakhir, Pembelokan Sejarah Indonesia Dari Kekejaman PKI Dilakukan

Politik  KAMIS, 22 APRIL 2021 , 00:14:00 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Nasir Djamil: Satu Dekade Terakhir, Pembelokan Sejarah Indonesia Dari Kekejaman PKI Dilakukan

Anggota Komisi II fraksi PKS Nasir Djamil/Net

RMOLBANTEN Hilangnya nama pendiri Nahdlathul Ulama (NU), KH Hasyim Asyhari dan lebih menonjolnya tokoh-tokoh komunis pada Kamus Sejarah Republik Indonesia jilid I, menuai reaksi kritikan keras Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid.

Memperetgas, Anggota Komisi II fraksi PKS Nasir Djamil menilai, hampir satu dekade ini upaya untuk membelokkan sejarah Indonesia dari kekejaman PKI telah dilakukan.

Pembelokan sejarah bahkan telah berani disampaikan secara terang-terangan.

"Boleh jadi karena ada 'dendam' masa lalu di mana saat itu penguasa orde baru benar-benar tidak memberi tempat kepada anak-anak bekas tokoh PKI," kata Nasir Djamil, Rabu (21/4).

Semasa Presiden Soeharto, kata Nasir, memberlakukan penelitian khusus (Litsus) kepada setiap pejabat orang yang akan menduduki posisi di cabang cabang kekuasaan, seperti eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

"Saran saya memang kementerian dan lembaga terkait harus memberikan ruang agar upaya pembelokan sejarah, terutama sepak terjang PKI di Indonesia, dapat diluruskan," tuturnya.

"Berbeda soal jejak sejarah adalah biasa, tapi kalau ada upaya membelokkan sejarah terutama bagaimana PKI ingin mengudeta pemerintahan yang sah saat itu adalah bentuk lain dari pencukur sejarah," demikian politikus PKS ini dilansir dari Kantor Berita Politik RMOLID. [dzk]



Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds