Video: Tokoh Baduy Ini Menangis, Gunung Yang Dijaganya Dirusak Untuk Tambang Emas

Pariwisata & Budaya  JUM'AT, 23 APRIL 2021 , 13:15:00 WIB | LAPORAN: HENDRA HENDRAWAN

<i>Video:</i> Tokoh Baduy Ini Menangis, Gunung Yang Dijaganya Dirusak Untuk Tambang Emas

Ki Pulung menangis gunung yang dijaganya dirusak gurandil/Net

RMOLBANTEN Sebuah vidio yang memperlihatkan warga Baduy tengah menangis kesal karena hutan yang dijaganya dirusak penambang liar.

Adalah Ki Pulung, tokoh adat suku Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Dalam unggahan video di instagram Info Rangkasbitung itu, Ki Pulung yang diketahui salah satu tokoh adat Baduy itu terseguk menangis melihat kondisi Gunung Liman yang kini dirusak oleh para penambang emas ilegal alias gurandil.

Pengrusakan gurandil itu berupa penebangan pohon secara ilegal beserta membuat galian lobang untuk kepentingan penambangan emas.

Ki Pulung tidak dapat tidak kuasa atas kerusakan yang terjadi di Gunung Liman. Gunung yang terletak di perbatasan Baduy dengan Ciriten ini adalah warisan para leluhur.

"Kami kaamanatan (untuk melestarikan dan menjaga gunung Liman) ku leluhur kami, bisi ayena gunung kelebur, Lebak ruksak, duit kerobah," kata Ki Pulung dalam vidio.

Ki Pulung meminta pemerintah untuk turun tangan menghentikan aktivitas penambangan emas ilegal tersebut.

"Minta ditutup ulah (jangan) dilanjutken Pamarentah," katanya.

Sementara itu, pendampingan komunitas Adat Baduy  (PKAB) Uday Suhada menambahkan pemerintah jangan sampai melakukan pembiaran atas polemik yang kini menimpa suku Baduy.

"Kasian orang tua kita memanggil dari gunung bawa kita mendengar selama ini jargon gunung dilebur lebak ulah dirusak, bantulah masyarakat kita ini juga kan bukan untuk baduy tapi Banten," terang Uday kepada Kantor Berita RMOLBanten, Jumat (22/4).

Sebab itu, Uday mengutuk keras atas pembalakan liar hutan dan material di gunung liman kawasan pegunungan kedeng.

"Aparat tim satgas Peti (penambangan emas tanpa izin) harus segera mengambil tindakan tegas," katanya.

Uday juga meminta Pemprov Banten dan Pemkab untuk segera melakukan langkah menertibkan masyarajat di sekitar kawasan pembalakan tersebut.

"Tokoh masyarakatnya kan ada pendekatan sosial bukan pendekatan kekerasan, bila gurandil perlu makan memang, tapi nggak perlu merusak gunung yang berakibat bencana nantinya," demikian Uday Suhada. [ars]


Sumber: Ig inforangkasbitung



Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds