Tradisi Qunut Pertengahan Ramadhan Buat Pedagang Kupat Di Kota Serang Banjir Pesanan

Pariwisata & Budaya  RABU, 28 APRIL 2021 , 00:00:00 WIB | LAPORAN: HENDRA HENDRAWAN

Tradisi Qunut Pertengahan Ramadhan Buat Pedagang Kupat Di Kota Serang Banjir Pesanan

Ilustrasi pengrajin ketupat/Net

RMOLBANTEN Masyarakat Kota Serang meyambut tradisi qunut atau pertengahan ramadhan dengan membuat ketupat atau ngupat, Selasa (27/4) malam.

Tradisi nguat ini membuat para pedagang ketupat ketiban rezeki dengan banjir pesanan.

Ikoh, seorang warga Taktakan mengaku setiap tahun menjalankan tradisi qunut dengan membuat ketupat di pertengahan ramadhan.

"Iyah ini bikin ketupat, atau biasa disebut ngupat. Tiap tahun di pertengahan ramadhan tradisinya gini," katanya, Selasa (27/4).

Ikoh mengaku, dirinya membeli bungkus ketupat nya. Sementara isinya dibuat sendiri.

"Kalau tempat ketupatnya beli, sementara isinya kita yang masak," katanya.

Sementara itu, Agung salah seorang penjual ketupat di Kota Serang mengaku jika setiap menjelang tradisi qunutan dirinya menjual ketupat.

"Jadi kita ini pedagang musiman, pas pertengahan ramadhan saja, sama menjelang hari raya idhul fitri dan idul adha," katanya.

"Tahun-tahun sebelumnya lumanyan bisa ngantongin Rp 500 ribu dari hasil jualan dua selama tiga hari. Tahun ini ya mudah-mudahan aja namanya juga jualan ya," katanya.

Dodi menyebutkan, kulit ketupat yang ia jual bervariasi jika ukuran kecil dijual Rp 5000 untuk 10 kulit ketupat. Untuk ukuran kulit ketupat yang besar Rp 10 ribu untuk 10 kulit ketupat.

"Kalau belum jadi 20 lembar daun janur Rp 5.000. Janurnya dari Ciomas dan Cibaliung. Kalau yang udah jadi saya buat sendiri," tandasnya. [ars]



Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds