Muka-muka Baru Pengurus Inti PBMA, Ada Saiful Mujani, Pujiyanto Hingga Uday Suhada

Nusantara  JUM'AT, 30 APRIL 2021 , 02:59:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Muka-muka Baru Pengurus Inti PBMA, Ada Saiful Mujani, Pujiyanto Hingga Uday Suhada

Ketua PB Matlaul Anwar mengumumkan struktur kepengurusan/Ist

RMOLBANTEN Selain diisi sejumlah tokoh nasional dan daerah, komposisi Pengurus Besar Mathlaul Anwar (PBMA) untuk periode 2021-2026 juga diisi akademisi, peneliti dan kalangan muda atau milenial.

Ada nama-nama Prof. Saiful Mujani, Pujiyanto, serta Uday Suhada.

Tujuan memasukan nama-nama muda itu dimaksudkan agar PBMA menjadi organisasi keagamaan yang disegani dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Bendahara Umum PBMA terpilih, Pujiyanto merasa bersyukur atas tugas dan amanah yang diberikan Ketua Umum PBMA KH. Embay Mulya Syarif.

"Saya mendapat kepercayaan memegang jabatan yang strategis ini. Kepercayaan yang luar biasa. Ini tidak main-main," ujar Pujiyanto, Jumat (30/4).

Menurutnya, tugas berat ini akan dia pertanggungjawabkan tentunya dengan dukungan semua pihak dan bimbingan pengurus yang lebih senior.

"Jujur saja, ini ujian mental sekaligus ajang pembuktian diri saya. Bagaimana saya harus ikut terlibat menyusun program untuk membangun MA lima tahun ke depan," tandas pengusaha sekaligus politisi muda Banten ini.

Selain itu, dia juga mengaku harus membangun sinergi dengan semua kalangan, terutama pemerintah di semua tingkatan, agar misi MA di bidang pendidikan, dakwah dan sosial tercapai dengan baik.

Dengan banyaknya kaum muda di tubuh MA menurutnya, tentu saja akan memiliki semangat dan ghiroh yang berbeda.

"Saatnya kaum muda memberikan kontribusi yang besar bagi internal MA, dan tentunya untuk lingkup yang lebih luas yakni ikut berperan aktif membangun Indonesia," papar Wakil Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Banten ini.

Dia juga mengaku sejak dirinya ditetapkan menjadi pengurus inti PBMA, maka harus secepatnya menyusun program dan menyiapkan konsep, serta mengatur langkah-langkah strategis.

Karenanya momentum pertemuan dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), Mardiono yang juga masuk jajaran Dewan Penasehat PBMA, dia manfaatkan untuk menjalin komunikasi yang lebih intans dan psoitif.

"PBMA sepakat membangun sebuah SMK MA (Sekolah Menengah Kejuruan Mathlau'ul Anwar) yang langsung disetujui Kementerian Pendidikan RI. Ini langkah strategis dan positif tentunya," ungkapnya.

Tentunya kata dia lagi, ke depan masih banyak garapan yang membutuhkan keseriiusan dan butuh kerja keras, terutama di bidang ekonomi.

"Mensejahterakan dan membangkitkan perekonomian MA adalah sebuah kewajiban. Jadi sekali lagi di sini dibutuhkan langkah cerdas, terarah dan tentunya kekompakan semua pengurus," pungkasnya. [asp]

Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds