Survei Terbaru: PDIP Tertinggi, Gerinda Kedua Dan PAN Terancam Digeser Partai Ummat

Politik  MINGGU, 02 MEI 2021 , 01:13:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Survei Terbaru: PDIP Tertinggi, Gerinda Kedua Dan PAN Terancam Digeser Partai Ummat

Lambang PDIP Perjuaangan dan Partai Gerindra/Repro

RMOLBANTEN PDI Perjuangan ternyata masih cukup kokoh sebagai partai yang punya elektabilitas tinggi.

Padahal partai ini tengah kena tsunami banyak kasus korupsi yang menimpa kadernya.

Hasil survei terbaru New Indonesia Research and Consulting yang dilakukan pada 15-22 April 2021 menunjukan PDIP meraih 22,3 persen atau turun sedikit dari survei Februari 2021 sebesar 23,1 persen.

"Jika dibandingkan dengan survei Juni tahun lalu, elektabilitas PDIP turun cukup dalam," jelas Direktur Eksekutif New Indonesia Research and Consulting, Andreas Nuryono, melalui keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (1/5).

Berikutnya diposisi kedua ada Gerindra (12,9 persen) dan Golkar (8,9 persen).

Sementara Demokrat yang sebelumnya mengalami kenaikan cukup tajam, kini cenderung stagnan dengan elektabilitas 8,0 persen. Demikian pula dengan PKS yang juga stabil (7,6 persen).

Sementara parpol-parpol papan tengah lainnya adalah PKB (6,0 persen), Nasdem (3,7 persen), dan PPP (2,1 persen).

"Semua parpol terus melakukan gerilya, misalnya pertemuan antara petinggi PKS dan PDIP, atau sebelumnya PPP dengan Golkar," tambahnya.

Perpecahan yang dialami Partai Amanat Nasional membuat partai tersebut merosot cukup signifikan.

"PAN terjerembab ke papan bawah di tengah stagnasi partai-partai yang lain," lanjutnya.

Bahkan, elektabilitas PAN yang hanya 1,1 persen sudah langsung disalip oleh sempalan mereka, Partai Ummat, yang meraih 1,8 persen.

"Keseriusan Amien Rais mendirikan Partai Ummat berpeluang menggerus suara PAN, terutama setelah resmi dideklarasikan," tutur Andreas.

Jika memperhitungkan margin of error, Partai Ummat lebih berpeluang lolos parliamentary threshold 4 persen dibandingkan PAN.

Untuk posisi papan bawah ada Perindo (0,5 persen), Hanura (0,3 persen), Gelora (0,2 persen), dan Berkarya (0,1 persen).

Sisanya tidak mendapat dukungan, yaitu PBB, PKPI, Garuda, dan Masyumi Reborn. Serta yang menjawab tidak tahu/tidak jawab 19,3 persen.

Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 15-22 April 2021, dengan sambungan telepon kepada 1.200 orang responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019.

Margin of error ± 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. [dzk]



Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds