Laporkan Data Ganda Penerima Bansos Ke KPK, Risma Sedang Ungkap Bobrok Kinerja Juliari Batubara?

Politik  SENIN, 03 MEI 2021 , 00:39:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Laporkan Data Ganda Penerima Bansos Ke KPK, Risma Sedang Ungkap Bobrok Kinerja Juliari Batubara<i>?</i>

Menteri Sosial Tri Rismaharini saat mendatangi KPK/RMOLID

RMOLBANTEN Menteri Sosial Tri Rismaharini melaporkan 21 juta data ganda penerima bantuan sosial (Bansos) ke Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK).

Langkah Risma tersbut justru menjadi pukulan buat PDIP, karena data itu dianggap sebagai upaya mempertontonkan ketidakberesan kinerja Juliari Peter Batubara yang berasal dari partai yang sama, yaitu PDIP.

Hal itu disampaikan pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam, Minggu (2/5).

"Dengan diungkapnya 21 juta data ganda oleh Risma sama dengan mengungkap bobroknya Menteri sebelumnya (Juliari) atau justru mempertontonkan kitidakberesan kinerja Kemensos sendiri," ujar Saiful Anam.

Ketidakberesan kinerja di Kementerian Sosial (Kemensos) maupun kinerja Juliari tersebut dapat dianggap menjadi skandal yang membuat Bansos bisa menjadi bancakan jika banyaknya data ganda tersebut.

"Jangan sampai justru dengan adanya data ganda justru dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Saya kira KPK harus tetap mengawasi dana Bansos ini," demikian Saiful Anam dilansir dari Kantor Berita Politik RMOLID.

Sebelumnya,Kementerian Sosial (Kemensos) telah menonaktifkan 21 juta lebih data ganda penerima bantuan sosial (bansos).

Menteri Sosial, Tri Rismaharini melaporkan hasil perbaikan data penerima Bansos kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Alhamdulillah sesuai janji saya, April, saat itu kami bisa menyelesaikan untuk perbaikan datanya. Dan hasilnya adalah seperti sudah saya sampaikan, 21 (juta) data itu ganda dan kami tidurkan," ujar Risma kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (30/4).

Dengan adanya 21 juta data lebih di nonaktifkan, Kemensos meminta daerah-daerah untuk melakukan usulan data tambahan untuk bisa diberikan bantuan yang tidak terdata di data kependudukan. [dzk]



Komentar Pembaca

The ads will close in 10 Seconds