Irigasi Tak Kunjung Diperbaiki, Petani Ancam Geruduk Pemkab Pandeglang

Kabupaten Pandeglang  KAMIS, 06 MEI 2021 , 19:22:00 WIB | LAPORAN: MAULANA

Irigasi Tak Kunjung Diperbaiki, Petani Ancam Geruduk Pemkab Pandeglang

Irigasi rusak tak kunjung diperbaiki di Kabupaten Pandeglang/MUL

RMOLBANTEN Ratusan Petani di empat desa di Kecamatan Cimanuk dan Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang mengeluhkan rusaknya saluran irigasi.

Akibatnya, ratusan hektar sawah di wilayah tersebut tidak bisa digarap dan hanya mengandalkan air hujan.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun,  irigasi sepanjang 7,5 Kilometer itu, mengaliri ratusan hektare sawah di Desa Kurung Kambing Kecamatan Mandalawangi, Desa Kadubungbang, Desa Kupahandap, Desa Dalembalar Kecamatan Cimanuk.

Salah seorang petani Sayinan (59) mengatakan, selalu diliputi kekhawatiran ketika menggarap lahannya, karena dikhawatirkan irigasi tersebut ambrol dan menyebabkan pasokan air berkurang.

"Saya was-was ketika menggarap lahan,  khawatir Irigasi tersebut ambrug lagi. Karena tanaman padi, kalau kurang air pasti lahannya akan retak-retak dan gagal tanam," katanya, Kamis, (6/5).

Kepala Desa Kupahandap, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Jaenudin membenarkan, kerusakan irigasi sudah terjadi sejak 2015 lalu yang mengakibatkan berkurangnya pasokan air yang berasal dari Cikoromoy dan membuat para petani di desanya hanya bisa menggarap sawah tersebut satu kali setahun dan mengandalkan air hujan atau tadah hujan.

"Para petani di Desa kami, mengeluhkan rusaknya Irigasi, karena dibeberapa titik ambrol, sehingga menyebabkan kurangnya pasokan air yang mengaliri ke sawah masyarakat," ungkapnya.

Jaenudin mengaku, sangat prihatin dengan rusaknya irigasi tersebut, karena, para petani hanya bisa menanam padi pada musim penghujan saja yang biasanya bisa 3 kali tanam dalam satu tahun.

"Para petani dan masyarakat sering bergotong royong memperbaiki irigasi yang rusak dengan peralatan sederhana seperti karung yang diisi tanah dan bambu sebagai penghadang. Tapi tetep sering jebol yang berakibat pasokan air menjadi berkurang dan sawah petani menjadi kering," bebernya.

Jaenudin mengatakan, usulan perbaikan irigasi sering diusulkan dalam musrenbang desa dan kecamatan setiap tahunnya. Namun, sampai dengan saat ini belum terealisasi.

"Saya sejak pertama kali menjabat sebagai kepala desa, dari tahun 2015 sampai sekarang, belum ada perbaikan. Pernah dulu ada yang mengukur dari PUPR tahun 2017, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya" terangnya.

Jika diperbolehkan, Dana Desa digunakan untuk memperbaiki irigasi tersebut, pihaknya akan segera melakukan usulan perbaikan dengan menggunakan dana yang bersumber dari APBN tersebut.

"Kalau ada intruksi atau perintah dan diperbolehkan, perbaikan irigasi bisa menggunakan dana desa. Dananya dari empat desa akan melakukan perbaikan irigasi yang ada di masing-masing desa, dengan menggunakan dana desa," imbuhnya.

Ia mengatakan akan melakukan aksi ke Pemkab Pandeglang terkait perbaikan Irigasi yang sampai sekarang belum ada titik terang.

"Rencananya nanti sepuluh hari setelah lebaran, Kami akan melakukan Demo ke Pandeglang, karena Masalah ini sudah berlarut-larut," tutupnya. [ars]


Komentar Pembaca
Mural Tikus Di Tangsel

Mural Tikus Di Tangsel

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 , 06:18:00

Penghargaan WTP Ke-13

Penghargaan WTP Ke-13

SABTU, 16 OKTOBER 2021 , 06:23:00

Penghargaan Peraih Medali PON

Penghargaan Peraih Medali PON

SABTU, 09 OKTOBER 2021 , 06:30:00

The ads will close in 10 Seconds