Irigasi Rusak Dikeluhkan Petani, DPUPR Pandeglang Cek Ke Lapangan

Kabupaten Pandeglang  SABTU, 08 MEI 2021 , 00:48:00 WIB | LAPORAN: MAULANA

Irigasi Rusak Dikeluhkan Petani, DPUPR Pandeglang Cek Ke Lapangan

DPUPR Pandeglang melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemeliharaan Irigasi, mengecek Daerah Irigasi (DI) yang rusak/MUL

RMOLBANTEN Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemeliharaan Irigasi, mengecek Daerah Irigasi (DI) yang mengaliri ratusan sawah di Desa Kurungkambing, Desa Kadu Bungbang Kecamatan Mandalawangi, serta dua desa di Kecamatan Cimanuk yakni Desa Kupahandap dan Desa Dalembalar.

Pengecekan DPUPR terkauit adanya keluhan para petani di empat desa di Kecamatan Mandalawangi dan Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, terkait rusaknya Irigasi yang menyebabkan ratusan sawah di lokasi tersebut tidak bisa digarap.

Dari akun Instagram milik @DPUPR_Pandeglang, yang diposting sekira pukul 14.30 WIB dan menuliskan bahwa UPT Pemeliharaan telah melakukan survei di lokasi tersebut, sekaligus merencanakan cara penanganan dan menghitung kebutuhan anggaran untuk memperbaiki irigasi yang masuk dalam Daerah Irigasi (DI) Cilembur II.

"Hari ini tim UPT. Pemeliharaan Irigasi dan bidang SDA DPUPR telah melakukan survey DI lembur II dan sekaligus merencanakan cara penanganan & menghitung kebutuhan anggaran utk penanganan longsoran tsb,"tulisnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air pada DPUPR Pandeglang, Muhadi membenarkan, bahwa pihaknya telah turun langsung untuk melakukan survey dan melakukan perencanaan serta menghitung kebutuhan untuk menangani kerusakan irigasi yang saat ini terjadi longsor.

Muhadi menjelaskan, DI Cilembur II mempunyai panjang 7,5 kilometer dan telah mengalami longsor dibeberapa titik yang menyebabkan aliran air dari sumber Cikarungkang menjadi tersendat dan ratusan hektare sawah di lokasi tersebut terdampak.

"Sebetulnya DI Cilembur II, sudah sering mendapatkan penanganan atau pembangunan. Tahun 2020 dilakukan penanganan pemeliharaan yang bekerjasama dengan GP3A Cilembur II, namun saat ini kembali longsor," bebernya.

Muhadi menjelaskan, berdasarkan data, DI Cilembur sering mendapatkan penanganan yakni pada tahun 2005, Tahun 2009, Tahun 2010, Tahun 2011, Tahun 2013, 2015, 2016 dan 2018 juga mendapatkan penanganan.

"Tahun 2021 akan dilakukan pemeliharaan untuk pasangan yang jebol sepanjang 30 meteran, direncanakan Mei ini pengerjaannya,"jelasnya.

Meski begitu, Muhadi meminta kepada masyarakat dan para petani dilokasi tersebut untuk  bersabar.

Sebelumnya diberitakan, ratusan petani di empat desa di Kecamatan Cimanuk dan Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang mengeluhkan rusaknya saluran irigasi.

Akibatnya, ratusan hektar sawah di wilayah tersebut tidak bisa digarap dan hanya mengandalkan air hujan.

Salah seorang petani Sayinan (59) mengatakan, selalu diliputi kekhawatiran ketika menggarap lahannya, karena dikhawatirkan irigasi tersebut ambrol dan menyebabkan pasokan air berkurang.

"Saya was-was ketika menggarap lahan,  khawatir Irigasi tersebut ambrug lagi. Karena tanaman padi, kalau kurang air pasti lahannya akan retak-retak dan gagal tanam," katanya, Kamis, (6/5). [dzk]

Komentar Pembaca
Mural Tikus Di Tangsel

Mural Tikus Di Tangsel

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 , 06:18:00

Penghargaan WTP Ke-13

Penghargaan WTP Ke-13

SABTU, 16 OKTOBER 2021 , 06:23:00

Penghargaan Peraih Medali PON

Penghargaan Peraih Medali PON

SABTU, 09 OKTOBER 2021 , 06:30:00

The ads will close in 10 Seconds