Minal Aidzin Wal Faidzin

Opini  RABU, 12 MEI 2021 , 23:18:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Minal Aidzin Wal Faidzin

Jayasurprana/Net

RMOLBANTEN Luar biasa cepat waktu berlalu. Terasa baru kemarin saya menulis naskah tentang heboh larangan mudik menjelang Lebaran tahun 2020.

Sekarang nyaris sudah satu tahun berlalu ternyata masyarakat Indonesia masih dirundung cemas akibat angkara murka virus Corona alih-alih mereda malah makin merajalela dengan varian jenis virus baru kebal obat apalagi vaksin. Namun masyarakat Indonesia tetap ingin merayakan Lebaran seolah pagebluk Corona tidak pernah terjadi.

Akibat Lebaran memang sudah menjadi bagian melekat pada peradaban bangsa Indonesia.

Idul Fitri

Saya sudah menyaksikan peristiwa perayaan hari raya Idul Fitri di mancanegara namun saya merasa bahwa perayaan Lebaran paling semarak sambil sekaligus mengharukan di persada Nusantara.

Saya merasakan getaran sukma kemanusiaan pada masa Hari Raya Idul Fitri paling terasa adalah di Tanah Air Udara saya sendiri yaitu Indonesia.

Bahkan para warga Indonesia yang berkarya di mancanegara pada masa perayaan Hari Raya Idul Fitri berusaha sedapat mungkin untuk kembali ke kampung halaman untuk berjumpa sanak keluarga serta handai taulan di tanah
kelahiran.

Mengharukan bagaimana para warga Indonesia di mancanegara, meski menghadapi larangan mudik tetap pulang kampung secara patuh protokol kesehatan demi menunaikan tradisi mudik di masa Lebaran.

Bahkan para warga Indonesia non muslim juga tidak ketinggalan mudik di masa Lebaran yang sudah menjadi hakikat melekat pada peradaban bangsa Indonesia.

Halal Bihalal


Satu lagi tradisi kearifan peradaban bangsa Indonesia yang tidak ditemukan pada bangsa bangsa lain di planet bumi adalah tradisi Halal Bi Halal yang dilakukan oleh bukan hanya umat Muslim tetapi seluruh warga Indonesia dari Sabang sampai Merauke demi saling berjumpa demi saling maaf-memaafkan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Halal Bi Halal diartikan sebagai hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, biasanya diadakan di sebuah tempat oleh sekelompok orang. Ensiklopedi Indonesia menyebutkan bahwa Halal Bi Halal berasal dari Bahasa Arab meski secara gramatikal tidak benar sebagai pengganti istilah silaturahmi. Maka ada pula sebutan Halal Bil Halal.

Mohon Doa

Pagebluk Corona bukan penghalang sebab tradisi Halal Bi Halal bisa diejawantahkan dengan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan secara daring tanpa kedekatan ragawi. Melalui naskah sederhana ini kepada segenap pembaca naskah sederhana ini, saya mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri sambil tak lupa memohon maaf lahir dan batin atas kekeliruan dan kesalahan yang pasti pernah saya lakukan di masa lampau.

Mohon dipanjatkan doa memohon perkenan Yang Maha Kuasa menganugrahkan Kekuatan Lahir dan Batin kepada saya agar saya tidak mengulang kesalahan yang sama di masa depan. Amin. [red]


Komentar Pembaca
Mempelajari Ponerologi

Mempelajari Ponerologi

RABU, 23 JUNI 2021

Dasamuka Jawa

Dasamuka Jawa

RABU, 23 JUNI 2021

<i>Benefit Oriented Life</i>

Benefit Oriented Life

SELASA, 22 JUNI 2021

Belajar Hidup Sendiri

Belajar Hidup Sendiri

SELASA, 22 JUNI 2021

Tafsir Entropi Saling Melecehkan

Tafsir Entropi Saling Melecehkan

SENIN, 21 JUNI 2021

Pembelajaran Online Kembali Jadi Pilihan
Irna-Tanto Dan Benyamin-Pilar Resmi Kepala Daerah
Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

SABTU, 29 MEI 2021 , 01:14:00

Penampakan Gerhana Bulan Total

Penampakan Gerhana Bulan Total

KAMIS, 27 MEI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds