Uday Prihatin Bapak Gede WH-Andika Tak Sambut Tradisi Seba Baduy Tahun Ini

Pariwisata & Budaya  MINGGU, 23 MEI 2021 , 20:31:00 WIB | LAPORAN: JEJEN MUHAMAD

Uday Prihatin Bapak Gede WH-Andika Tak Sambut Tradisi Seba Baduy Tahun Ini

Seba Baduy/JEN

RMOLBANTEN. Masyarakat adat Baduy harus menanggung kekecewaan lantaran tradisi Seba Baduy setahun sekali tak disambut baik oleh 'Bapak Gede' Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy.

Pemerhati Baduy, Uday Suhada mengakui, dirinya prihatin karena Bapak Gede tidak memiliki i'tikad baik terkesan tidak menghormati dan menghargai warga adat Baduy yang memiliki tradisi Seba Agung setahun sekali.

"Kita prihatin yang semestinya ini tahun Seba Besar (Seba Ageng), wajar ketika masyarakat adat Baduy merasa kecewa, para utusan dari puun atau pucuk pimpinan disana yang datang dipimpin oleh jaro tanggungan 12 (Saidi Putra) tidak disambut Bapak Gede," ujar Uday kepada wartawan, Minggu (23/5).

Uday membeberkan sebelum melaksanakan Seba Baduy 2021 seluruh perwakilan suku adat sudah membuat kesepakatan ingin bertemu bersilaturahmi dengan Bapak Gede.

"Kemarin saya sebelum acara seba 2 hari lalu, saya ke sana (Baduy) silaturahmi, sebetulnya mereka ingin yang menyambut itu adalah kepala daerah Bapak Gede (Gubernur Banten)," katanya.

Uday menjelaskan, warga Baduy tidak minta apa-apa datang ke provinsi mereka tidak merepotkan masa Bapak Gede memberikan waktu satu tahun sekali hanya satu jam saja tidak bisa.

"Kalau tidak bisa kepala daerahnya ya wakil kepala daerah, bukan di limpahkan ke lain karena kepala daerah atau wakil kepala daerah adalah yang punya kewenangan mengambil kebijakan," terangnya.

Uday mengungkapkan, warga Baduy adalah bagian dari warga negara Indonesia dibawah lingkup naungan Pemprov Banten yang memiliki tradisi satu-satunya di tanah air.

Untuk itu, Uday menyayangkan WH-Andika yang tidak menghargai niat baik Warga Baduy berhari-hari jalan kaki untuk menempuh pusat kegiatan Seba Baduy di Museum Negara, Pendopo Lama, Gubernur Banten.

"Dalam rangka apa mereka kesini 'ngasuh ratu, ngajayak menak' menak itu para kepala daerahnya (Gubernur, wakil Gubernur, bupati dan wakil bupati), ngajayak itu mengarahkan bukan menggurui," ungkap Uday

"Kita jangan merasa digurui justru mereka adalah tetua-tetua kita yang harus ditanya apa yang menjadi persoalan yang harus dilakukan bersama-sama," imbuhnya.

Uday meyakini warga Baduy bisa melihat lebih secara jernih lagi secara batiniah tentang apa yang sedang dan bakal terjadi di Indonesia terkhusus Banten.

Misalnya, dikatakan Uday, seperti pandemi Covid-19, mereka sejak dulu sudah mengetahui kemunculan istilah-istilah baru.

"Eta mah puak cina'. Puak cina itu artinya tidak terlihat tapi terasa ya pandemi covid 19 ini, mungkin secara fisiknya yang dapat kita rasakan," katanya.

"Kenapa pra pengambilan kebijakan tidak bertanya kepada tetua baduy yang sebelum republika ini lahir sudah ada di negeri ini," pungkasnya. [ars]


Komentar Pembaca
Irna-Tanto Dan Benyamin-Pilar Resmi Kepala Daerah
Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

SABTU, 29 MEI 2021 , 01:14:00

Penampakan Gerhana Bulan Total

Penampakan Gerhana Bulan Total

KAMIS, 27 MEI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds