Kena Imbas Infrasruktur Buruk, Janda Tua Di Pandeglang Ini Ditandu Ke Puskesmas

Kabupaten Pandeglang  JUM'AT, 28 MEI 2021 , 01:57:00 WIB | LAPORAN: MAULANA

Kena Imbas Infrasruktur Buruk, Janda Tua Di Pandeglang Ini Ditandu Ke Puskesmas

Asmi, janda tua iditandu menuju ke Puskesmas/MUL

RMOLBANTEN Kasus orang sakit di tandu kembali terjadi di Kabupaten Pandeglang. Kali ini menimpa Asmi (70).

Janda tua di Kampung Lebak Gedong, Kecamatan Sindangresmi ini terpaksa harus ditandu menggunakan sarung menuju Puskesmas Sindangresmi untuk berobat pada Rabu (26/5).

Kasusnya pun klasik yakni buruk infrastruktur jalan yang belum bisa dilalui kendaraan roda empat. Kasus ini tidak jauh berbeda dengan kasus pertama yang terjadi awal bulan Mei lalu dialami oleh Enah, ibu hamil harus ditandu ke puskesmas saat hendak melahirkan anak kembarnya.

Jalan yang dilalui saat Asmi ditandu adalah jalan Ki Markusen, kondisinya masih hutan, jalan itu juga yang digunakan warga untuk menandu Enah.

Warga setempat Muhtadin menceritakan awal peristiwa tersebut, mulanya ia tengah menengok rumah Enah yang kini dibangun oleh para relawan, tiba-tiba ada warga yang memberitahu jika ada Asmi hendak berobat, namun terkendala akses jalan.

"Saya lagi di rumah Ibu Enah, tiba-tiba ada masyarakat yang ngasih tahu yang sakit pengen berobat," kata Muhtadin saat dihubungi, Kamis (27/5).

Warga pun menawarkan membantu untuk membawanya berobat, Asmi pun di jemput terlebih dulu menggunakan sepeda motor dari kampung yang ditempati Enah. Sedangkan jarak antara rumah Asmi dengan Enah diperkirakan berjarak satu kilometer.

"Dijemput lah pake motor, kemudian transit dulu di kampung ibu Enah,"ujarnya.

Sesampai di Kampung Enah dan melihat kondisi Asmi yang tidak memungkinkan dibawa menggunakan motor karena akses jalan setapak berupa tanah yang masih dipenuhi akar pepohonan dan khawatir membahayakan. Akhirnya warga pun menawarkan untuk di tandu, Asmi bersedia di tandu.
 
"Setelah lihat kondisi kayanya gak sanggup naik motor, katanya takut terus di jalanya juga banyak akar. Kalau mau di gendong juga berat. Akhirnya terpaksa di tandu lagi,"ujarnya.

Muhtadin mengatakan, Asmi menderita penyakit maag dan darah tinggi yang sudah dialaminya dua tahun lalu, sejak itu Nenek tersebut hanya menggunakan obat-obatan tradisional untuk melawan penyakitnya.

Mirisnya lagi, Asmi tinggal bersama anak laki-laki yang sudah sakit-sakitan selama hampir 10 tahun.

"Penyakitnya maag sama darah tinggi, katanya sudah dua tahun. Paling pake obat tradisional saja. Kebetulan dia tinggal sama anaknya yang juga sakit seperti lambung dan lainnya, jadi kalau jalan agak kewalahan kalau jauh,"tandasnya. [ars]



Komentar Pembaca
Mural Tikus Di Tangsel

Mural Tikus Di Tangsel

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 , 06:18:00

Penghargaan WTP Ke-13

Penghargaan WTP Ke-13

SABTU, 16 OKTOBER 2021 , 06:23:00

Penghargaan Peraih Medali PON

Penghargaan Peraih Medali PON

SABTU, 09 OKTOBER 2021 , 06:30:00

The ads will close in 10 Seconds