Didik Rachbini: Perlu Pendekatan Diplomasi Ekonomi Dalam Konflik Palestina-Israel

Politik  SENIN, 07 JUNI 2021 , 09:51:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Didik Rachbini: Perlu Pendekatan Diplomasi Ekonomi Dalam Konflik Palestina-Israel

Rektor Universita Paramadina, Prof. Didik J Rachbini/Ist

RMOLBANTEN Rektor Universita Paramadina, Prof. Didik J Rachbini menyampaikan upaya proses perdamaian Palestina-Israel melalui perspektif politik ekonomi.

Usul Didik tersebut disampaikan dalam seminar yang digelar Universitas Paramadina dengan tema "Diplomacy's Road in Palestine-Israel Peace Process" yang berlangsung secara virtual, Sabtu, (5/6) kemarin.

"Cara tersebut menegaskan adanya keterkaitan antara kepentingan diplomasi ekonomi Indonesia dan posisi strategis Indonesia dalam perdamaian konflik Palestina-Israel," terang Didik dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita RMOLBanten, Senin (7/6).

Pendekatan economic diplomacy, terang Didik, sangat penting dalam upaya proses perdamaian Palestina-Israel.

Menurutnya naik turunnya diplomasi, konsekuensi putus atau tidak, diplomasi Indonesia dalam isu Israel, tidak mempengaruhi kondisi kebijakan ekonomi atau magnitude ekonomi Indonesia.

Didik mengatakan dalam hal ini Indonesia berdiplomasi dalam konteks konflik Palestina-Israel dalam rangka menjalankan amanat UUD 1945 bahwa penjajahan di muka bumi harus dihapuskan.

"Perlu adanya pendekatan economic diplomacy, karena sangat penting dalam upaya proses perdamaian Palestina-Israel, ini dilakukan dalam menjalankan amanat UUD 1945 bahwa penjajahan harus dihapuskan," tandasnya.

Sementara, Prof. Makarim Wibisono dalam seminar tersebut memaparkan secara komprehensif dan holistik tentang akar konflik dan perkembangan terkini dan tahapan perjalanan upaya proses perdamaian Palestina-Israel termasuk khususnya posisi dan peran Indonesia.

Bagi Indonesia isu Palestina memiliki keterikatan sejarah yang kuat di awal perjuangan pengakuan kedaulatan termasuk inisiatif Declaration Palestine dalam Konferensi Asia Afrika yang digagas oleh Indonesia tahun 1955.

Menurutnya upaya diplomasi Indonesia telah dilakukan baik melalui jalur mekanisme bilateral maupun multilateral.

"Upaya diplomasi Indonesia telah dilakukan baik melalui jalur mekanisme bilateral maupun multilateral," jelas Makarim.

Sementara,Shiskha Prabawaningtyas, kebijakan luar negeri Indonesia tentang Palestina merupakan salah contoh studi kasus isu yang menunjukkan adanya keterkaitan antara isu internasional dan nasional karena selalu menimbulkan dinamika dalam diskursi publik domestik terkait pilihan kebijakan yang akan dilaksanakan terkait peran Indonesia dalam keterlibatan menciptakan perdamaian dunia.

"Salah contoh studi kasus isu yang menunjukkan adanya keterkaitan antara isu internasional dan nasional karena selalu menimbulkan dinamika dalam diskursi publik domestik," demikian Shiskha.[ars]

Komentar Pembaca
Irna-Tanto Dan Benyamin-Pilar Resmi Kepala Daerah
Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

SABTU, 29 MEI 2021 , 01:14:00

Penampakan Gerhana Bulan Total

Penampakan Gerhana Bulan Total

KAMIS, 27 MEI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds