Dituding Sebar Hoax Ponpes Fiktif, Begini Kata Uday Suhada

Politik  SENIN, 07 JUNI 2021 , 14:35:00 WIB | LAPORAN: JEJEN MUHAMAD

Dituding Sebar Hoax Ponpes Fiktif, Begini Kata Uday Suhada

Aktvis anti korupsi,Uday Suhada/Net

RMOLBANTEN Sebuah video di jejaring media sosial mengatasnamakan sejumlah pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Serang ramai beredar.

Pimpinan Ponpes itu menuding data fiktif Ponpes hasil investigasi Direktur ALIPP Uday Suhada disebutnya Hoax.

Tudingan Hoax itu disampaikan Pimpinan Ponpes di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang dalam deklarasi sekaligus pernyataan sikap Ponpes menanggapi pelaporan ALIPP ke Kejati terkait dugaan Ponpes fiktif dalam kasus korupsi hibah Ponpes.

"Kami pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Pabuaran, Serang dengan ini menyatakan data yang dikatakan fiktif atau bodong oleh Uday Suhada direktur ALIPP adalah berita hoax atau bohong," cetus salah satu pimpinan Ponpes dalam video yang diunggah akun tiktok @mihdar71, Senin (7/6).

Video yang berdurasi 1 menit 28 detik itu, Pimpinan Ponpes mengapresiasi  program hibah Ponpes yang digagas Gubernur Banten Wahidin Halim.

"Kami ucapkan terimakasih kepada bapak Gubernur (Wahidin Halim) yang telah merealisasikan program bantuan dana hibah kepada pondok pesantren yang kami kelola," katanya.

"Semoga dana bantuan yang kami terima bermanfaat untuk kesejahteraan pondok pesantren kami yang kami kelola. Kami doakan kepada bapak gubernur semoga dalam lindungan Allah SWT," imbuhnya.

Merespon itu, Direktur Eksekutif ALIPP Uday Suhada mengegaskan, jika laporannya ke Kejaksaan Tinggi Banten pada 14 April 2021 mengenai dugaan korupsi hibah ponpes hingga melibatkan ponpes fiktif benar-benar hasil investigasi yang bisa dipertanggungjawabkan.

"ALIPP melakukan investigasi di berbagai wilayah, termasuk kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang, hasilnya ditemukan Ponpes fiktif (namanya ada, wujudnya tidak ada)," ujar Uday saat dikonfirmasi.

Selain itu, dikatakan Uday, dugaan ponpes fiktif diperkuat dengan statemen Kepala Kajati Banten Asep Nana Mulyana bahwa motif dalam perkara ini adalah adanya pemotongan dan lembaga fiktif.

Setelah itu, pada 21 Mei 2021 Kejati menetapkan IS dan TS sebagai tersangka karena adanya Penerima fiktif.

Kemudian, lanjut Uday, Radar Grup melakukan pengecekan ulang atas temuan ALIPP, hasilnya sama, sekitar 46 lembaga di kecamatan Pabuaran dan Padarincang Kabupaten Serang itu adalah fiktif.

"Ikhtiar saya untuk membela hak-hak para pimpinan Ponpes dan Santri mereka agar kedepan diterima utuh, tak ada yg fiktif," katanya.

Atas kondisi itu, Uday menyayangkan sejumlah oknum mengatasnamakan pimpinan Ponpes untuk memutar balikkan fakta.

"Seolah-olah saya membuat hoax. Seolah-olah saya ingin memenjarakan para pimpinan Ponpes penerima Hibah. Ini sesat dan menyesatkan, justru saya ingin membela mereka," ungkap Uday.

Terakhir, aktivis anti korupsi ini mengajak seluruh elmen untuk menghormati proses hukum atas pengusutan dugaan korupsi hibah Ponpes.

"Mari kita hormati proses hukum yang sedang berjalan di Kejati Banten. Biarlah APH yang memastikan kebenarannya," pungkasnya. [ars]
@mihdar71

Pernyataan Sikap para kiyai sekecamatan Pabuaran Kabupaten Serang atas tuduhan Uday Suhada terkait pesantren Fiktif

♬ original sound - user3179451335495




Komentar Pembaca
Irna-Tanto Dan Benyamin-Pilar Resmi Kepala Daerah
Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

SABTU, 29 MEI 2021 , 01:14:00

Penampakan Gerhana Bulan Total

Penampakan Gerhana Bulan Total

KAMIS, 27 MEI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds