Analis Politik: Dengung Presiden Tiga Periode Mainan Penumpang Gelap

Politik  SELASA, 08 JUNI 2021 , 14:13:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Analis Politik: Dengung Presiden Tiga Periode Mainan Penumpang Gelap

Ilustrasi tiga periode/Net

RMOLBANTEN Belakangan ini ada upaya untuk menjadikan Joko Widodo presiden tiga periode.

Hal ini dilontarkan sebagian elit dan petualang politik yang ingin mendapat keuntungan pribadi dan kelompok.

Jokowi sendiri sudah berulang menyatakan akan tetap konsisten dan berkomitmen terhadap UUD 1945 yang mengatur masa jabatan presiden maksimal dua periode.

Hasil survei Parameter Politik Indonesia juga menunjukkan banyaknya penolakan dari responden terhadap wacana tersebut.

Menanggapi itu, pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, keinginan Presiden tiga periode juga mengingkari amanat reformasi.

"Penetapan dua periode yang dilakukan para reformis adalah agar tidak terulang masa kegelapan kepemimpinan Orde Baru dan Presiden seumur hidup di era Soekarno berkuasa," ujar Jamiluddin, Selasa (8/6).

Mayoritas partai politik dan parlemen pun dengan tegas menolak wacana presiden tiga periode. Ini artinya, untuk dapat mengamandemen UUD 1945 peluangnya sangat kecil.

Lanjut Jamiluddin, tidak ada alasan yang cukup kuat bagi elit dan petualang politik untuk terus-menerus menyuarakan presiden tiga periode.

"Jadi, semua yang merasa reformis harus mencegah jangan sampai ada amandemen kelima UUD 1945. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah penumpang gelap dan para oligarki yang hanya berpikir pragmatis demi kepentingan sesaat," demikian Jamiluddin dilansir dari Kantor Berita Politik RMOLID. [dzk]



Komentar Pembaca
Irna-Tanto Dan Benyamin-Pilar Resmi Kepala Daerah
Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

SABTU, 29 MEI 2021 , 01:14:00

Penampakan Gerhana Bulan Total

Penampakan Gerhana Bulan Total

KAMIS, 27 MEI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds