Kasus Covid-19 Meningkat Pasca Lebaran, RS Di Kota Tangerang Kekurangan Tempat Tidur

Kesehatan  KAMIS, 10 JUNI 2021 , 00:09:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Kasus Covid-19 Meningkat Pasca Lebaran, RS Di Kota Tangerang Kekurangan Tempat Tidur

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Liza Puspadewi/AUL

RMOLBANTEN Bed occupancy rate (BOR) dan ruang intensive care unit (ICU) di rumah sakit di Kota Tangerang meningkat. Satu sisi ketersediaan tempat tidur rumah sakit semakin menipis akibat meningkatnya kasus Covid-19 pasca lebaran.

"BOR di Kota Tangerang saat ini di angka 52,54 persen. Yakni, angka pemakaian ruang ICU berada diangka 52 persen dan pasien yang dirawat inap 50 persen. Tapi ingat, kita pernah diangka 23 persen. Dominasi ICU adalah masyarakat rentan yakni usia lansia," papar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Liza Puspadewi, Rabu (9/6).

Liza merinci, dari 116 bed ICU di 32 rumah sakit, saat ini terpakai ada 67 bed. Kemudian untuk tempat tidur untuk perawatan ada 655 yang tepakai dari 1.244 total keseluruhan. Kata dr Liza, 25 persen diantaranya adalah masyarakat di luar Kota Tangerang.

Sementara itu, untuk jumlah kasus di Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) saat ini berjumlah 131 pasien dari 158 kapasitas. Diantaranya, 63 pasien di Puskesmas Jurumudi Baru, 42 pasien Puskesmas Sudimara Pinang dan terbaru 26 Puskesmas Manis Jaya.

"Peningkatan kasus ini didominasi klaster keluarga. Namun, awal mulanya adalah klaster arus mudik pasca lebaran, klaster silaturahmi, klaster bukber, klaster lingkungan. Penularan itu seperti efek domino yang terus menerus menular," tegasnya.

Ia pun menjelaskan, salah satu kasus terbaru klaster keluarga yang berawal dari arus mudik hingga menjadi klaster lingkungan. Kampung Rawacana, Kelurahan Gandasari, Kacamatan Jatiuwung yang ditemukan 47 orang positif covid-19 Rapid Antigen.

"Awalnya dari satu keluarga yang pulang mudik, ternyata positif namun tetap beraktivitas bermasyarakat. Ditracing 48 warga 23 diantaranya positif, hari selanjutnya tracing lagi 179 sasaran 10 diantaranya positif. Hari selanjutnya ditemukan lagi 10 positif. Tracing ini masih berlangsung tiga hari kedepan," ungkapnya.

Lanjutnya, dengan BOR yang terus meningkat dan terlebih pada klaster keluarga dan lingkungan, dr Liza mengimbau protokol kesehatan harus diperketat oleh masyarakat. Dalam penanganan covid-19 tak bisa dilihat kesiapan dari hilirnya saja.

Namun, kepatuhan sejak awal harus dilakukan dari hulu, yaitu kepatuhan 5M pada masyarakat. Diantaranya, Memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan membatasi mobilitas.

"Setelah hulunya 5M diperketat, OAB diperkuat, tracing digencarkan diberbagai lini. Hilirnya pada fasilitas, sarana dan prasarana pun dipersiapkan. Dengan begitu, penanganan dan penekanan angka penyebaran covid-19 di Kota Tangerang bisa lebih maksimal,” tutupnya. [ars]


Komentar Pembaca
Irna-Tanto Dan Benyamin-Pilar Resmi Kepala Daerah
Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

SABTU, 29 MEI 2021 , 01:14:00

Penampakan Gerhana Bulan Total

Penampakan Gerhana Bulan Total

KAMIS, 27 MEI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds