Kepala BKD Banten Bantah Diperiksa Kejati Banten, Ini Penjelasannya

Daerah  KAMIS, 10 JUNI 2021 , 22:07:00 WIB | LAPORAN: JEJEN MUHAMAD

Kepala BKD Banten Bantah Diperiksa Kejati Banten, Ini Penjelasannya

Kepala BKD Banten, Komarudin/JEN

RMOLBANTEN. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin membantah diperiksa Kejati Banten terkait dugaan korupsi masker.

Komarudin keberatan dengan pemberitaan di Kantor Berita RMOLBanten pada tanggal 8 Juni 2021 dengan judul Terseret Kasus Korupsi Masker, Kepala BKD Banten Diperiksa Kejati”.

"Saya merasa dirugikan dan keberatan dengan judul berita tersebut karena dibuat dengan mengabaikan kode etik jurnalistik: tidak akurat, tidak hati-hati, provokatif, dan menghakimi," terang Komarudin dalam jawaban tertulisnya kepada redaksi Kantor Berita RMOLBanten, Kamis (10/6).

"Saya in tegaskan bahwa saya tidak sedang Tersret Kasus Korupsi Masker” dan karenanya saya tidak pernah Dipeeiksa Kejati" terkait kasus itu," sambung Komarudin.

Secara tegas, Komarudin  menyayangkan dan membantah isi berita tersebut karena memuat berita bohong dan fitnah. Angle berita sama sekali tidak sesuai fakta alias karangan belaka.

Kutipan yang dimuat kata Komarudin tidak utuh.

Kejati Banten kembali memeriksa pejabat Pemprov Banten dalam perkara dugaan kasus korupsi. Pemeriksaan itu dilakukan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin. Komarudin diperiksa kaitan dengan pengunduran diri 20 pejabat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten.”
Dari mana sumber informasi bahwa Kejati Banten melakukan pemeriksaan terhadap saya selaku Kepala Kepegawaian Daerah (BKD)? Padahal, saat itu di depan para pewarta saya sampaikan bahwa kedatangan saya ke Kejati Banten adalah dalam rangka diskusi, koordinasi, dan konsultasi tentang kepegawaian meliputi pengunduran diri 20 pejabat Dinkes serta tindak lanjut pengisian jabatan yang kosong."

"Saya sayangkan pembuat berita tidak mengutip pernyataan saya secara utuh. Secara intrinsik, terbaca kesengajaan memotong pernyataan saya dengan maksud tertentu," katanya.

Soal kepegawaian. Sekarang kan lagi proses penerimaan 20 pejabat," ujar Komarudin seusai diperiksa Kejati Banten, Selasa (8/7).”

Pernyataan itu kata Komarudin kemudian diberi penjelas seolah membenarkan bahwa saya diperiksa Kejati.

"Padahal, sekali lagi, waktu itu saya sampaikan maksud dan tujuan kedatangan saya ke Kejati. Andai pun pembuat berita tidak mendengar penyataan saya secara utuh, seharusnya dilakukan check in rechek, klarifikasi dan verifikasi," ujar Komarudin.

Atas dasar itu, Komarudin minta berita tersebut diperbaiki sesuai kaidah jurnalistik serta pembuat berita mengklarifikasi dan meminta maaf karena telah membuat berita yang merugikan saya.

"Saya sangat menghormati kemerdekaan pers sebagai salah satu wujud kedaulatan rakyat dan hak asasi manusia. Saya juga mendukung pers bekerja profesional mewartakan berita secara akurat, berimbang, menghormati hak asasi, dan menerapkan praduga tak bersalah," demikian klarifikasi Komarudin. [ars]

Komentar Pembaca
Irna-Tanto Dan Benyamin-Pilar Resmi Kepala Daerah
Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Kebangkitan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

SABTU, 29 MEI 2021 , 01:14:00

Penampakan Gerhana Bulan Total

Penampakan Gerhana Bulan Total

KAMIS, 27 MEI 2021 , 00:41:00

The ads will close in 10 Seconds