Sidang Mafia Tanah Kota Tangerang, Terdakwa Ngaku Tak Tahu Perihal Dokumen Palsu

Hukum  RABU, 16 JUNI 2021 , 16:56:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Sidang Mafia Tanah Kota Tangerang, Terdakwa Ngaku Tak Tahu Perihal Dokumen Palsu

Polrestro Tangerang membekuk mafia tanah beberapa waktu lalu/AUL

RMOLBANTEN. Kasus pemalsuan dokumen oleh mafia tanah seluas 45 hektare di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang masih terus bergulir.

Persidangan pun telah digelar kedua kalinya di Pengadilan Negeri Tangerang.
Dalam sidang tersebut tim kuasa hukum dari DM (48) dan MCP (61) membacakan pembelaan ke majelis hakim yang menyebut kedua tersangka tidak mengetahui perihal dokumen tersebut ternyata palsu. Dalam pembelaan tersebut, disebutkan bahwa kedua terdakwa menerima dokumen dari seseorang.

Namun, masyarakat meminta pihak penegak hukum menolak pembelaan yang diajukan tim kuasa hukum.
Salah seorang warga sekitar Tata Faizal mengungkapkan dalam sidang tersebut tim kuasa hukum membacakan pembelaan.

"Kemarin sidang kedua pembelaan tuduhan dari pengacaranya tersangka Darmawan," ungkap Tata, Rabu (16/6).

Tata berharap, pada sidang yang kembali digelar pada Senin (22/6) mendatang, pembelaan tersebut dapat ditolak oleh Majelis Hakim.

"Senin depan tanggapan dan jawaban. Kami harap majlis hakim menolak pembelaan tersebut," ujarnya.

Senada dengan Tata, salah seorang warga sekitar Marcel juga meminta Majlis Hakim menolak pembelaan tersebut.

"Jelas harus ditolak. Karena ini tidak bisa dibiarkan, mafia tanah harus diberantas sesuai dengan perintah presiden," ungkapnya.

Dia menambahkan, selain menolak pembelaan yang dilakukan kedua terdakwa, masyarakat juga meminta pengadilan membatalkan keputusan eksekusi lahan yang telah dibacakan sebelumnya.

"Harus digagalkan karena ini jelas meresahkan. Apalagi sudah ketahuan kalau ini permainan mafia tanah," tukasnya.

Sementara itu, Kepala seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Dapot Dariarma kedua terdakwa akan dijerat dengan Pasal 263 KUHP tentang Pembuatan Surat Palsu dan Pasal 266 KUHP.

"Keduanya akan kita jerat dengan Pasal 263 dan 266 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," pungkasnya. [ars]


Komentar Pembaca
Prabowo Serahkan
Kursi Roda Buronanan 10 Tahun

Kursi Roda Buronanan 10 Tahun

MINGGU, 27 JUNI 2021 , 01:30:00

De Oranje Angkat Koper

De Oranje Angkat Koper

SENIN, 28 JUNI 2021 , 01:02:00

The ads will close in 10 Seconds