Angka Covid Naik, Sekolah Tatap Muka Di Tangsel Akan Dievaluasi

Pendidikan  MINGGU, 20 JUNI 2021 , 21:04:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Angka Covid Naik, Sekolah Tatap Muka Di Tangsel Akan Dievaluasi

Ilustrasi sekolah tatap muka/NET

RMOLBANTEN. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang, nampaknya akan kembali ditunda.

Terlebih, angka positif covid-19 di Tangsel kembali naik tajam pada Sabtu (19/6) kemarin yang tercatat di situs https://lawancovid19.tangerangselatankota.go.id/

Dari data tersebut sebanyak 68 positif baru dengan jumlah total 11.939 angka positif. Pasien covid-19 dirawat bertambah 47 pasien dengan total pasien dirawat 475.

Sedangkan, tingkat kesembuhan di Tangsel bertambah 19 dengan total sembuh 11.051. Sementara kasus meninggal karena covid-19 bertambah dua kasus menjadi 413 kasus meninggal.

Melihat data tersebut, beberapa wali murid mengaku tidak setuju jika PTM akan dilaksanakan saat angka covid-19 semakin tinggi.

Hal itu, disampaikan salah seorang wali murid di salah satu SMP Negeri Tangsel, A. Nur (34).

"Ada du alasan saya enggak setuju PTM dilaksanakan bulan depan, pertama karena di Tangsel itu masih banyak yang terpapar covid-19. Kedua, anak-anak kalau sudah dilepas enggak ke kontrol. Okelah di rumah pakai masker, kalau sudah di luar maskernya ditaruh di dagu atau dilepas karena pengap mungkin," kata Nur saat dikonfirmasi, Minggu (20/6).

Lanjut Nur, ia juga mempertanyakan jika nantinya ada murid yang terpapar covid-19 di lingkungan sekolah, apa pihak sekolah akan bertanggungjawab.

"Amit-amit kalau ada yang terpapar, terus pihak sekolah enggak tanggung jawab, kita dirugikan juga. Saya juga melihat masih ada beberapa tenaga pendidik sekolah yang masih belum mematuhi protokol kesehatan, kaya enggak pakai masker, enggak jaga jarak. Jadi itu alasan saya enggak setuju PTM dilaksanakan," paparnya.

Senada, wali murid di SD Negeri wilayah Pamulang, Lisa juga tidak setuju dilakukannya PTM saat angka covid-19 di Tangsel mengalami lonjakan dan masih berada di zona oranye penyebaran covid-19.

"Kemarin, pas bagi rapor pihak sekolah memberikan formulir yang berisikan setuju atau enggak soal PTM. Dan, saya enggak setuju soal PTM sekarang-sekarang ini, karena butuh pengawasan ketat bagi anak-anak yang mengikuti PTM," ucap Lisa.

Menanggapi itu, Walikota Tangsel, Benyamin Davnie akan mengevaluasi pelaksanaan PTM yang rencana akan dilaksanakan bulan Juli mendatang.

"PTM akan kami evaluasi seiring dengan melonjaknya kasus positif covid yang signifikan," ujar Benyamin.

Bahkan, Benyamin masih akan tetap mendorong kegiatan belajar mengajar secara daring sampai angka covid-19 di Tangsel turun.

"Yang akan kami dorong adalah pembelajaran secara daring sampai kondisi melandai," tuturnya.

Benyamin juga, mengatakan, jika nantinya ada wali murid yang mengeluhkan adanya tenaga pengajar belum menguasai pembelajaran daring, segera melapor ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel.

"Kalau ada guru yang belum menguasai sistem daring, segera laporan ke Dindikbudnya untuk dilakukan pelatihan," tandas Benyamin. [ars]



Komentar Pembaca
Prabowo Serahkan
Kursi Roda Buronanan 10 Tahun

Kursi Roda Buronanan 10 Tahun

MINGGU, 27 JUNI 2021 , 01:30:00

De Oranje Angkat Koper

De Oranje Angkat Koper

SENIN, 28 JUNI 2021 , 01:02:00

The ads will close in 10 Seconds