PPKM Darurat Wajibkan Kartu Vaksin Buat Penumpang Pesawat, Pengelola Soetta Belum Terima Surat Edaran

Pariwisata & Budaya  KAMIS, 01 JULI 2021 , 20:53:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

PPKM Darurat Wajibkan Kartu Vaksin Buat Penumpang Pesawat, Pengelola Soetta Belum Terima Surat Edaran

Senior Manager Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Holik Muardi/AUL

RMOLBANTEN. Pemerintah Pusat telah mengumumkan adanya aturan baru mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali yang akan berlaku mulai 3 hingga 20 Juli 2021.

Dari aturan tersebut, salah satu poinnya yakni adanya aturan vaksinasi sebagai syarat masyarakat yang ingin bepergian menggunakan pesawat terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Dituliskan dalam poin nomor 12 panduan PPKM Darurat bahwa, setiap penumpang pesawat terbang rute domestik diwajibkan membawa sertifikat vaksin minimal suntikan pertama.

"Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan moda transportasi jarak jauh (pesawat, bis, dan kereta api) harus menunjukan kartu vaksin (minimal vaksin dosis I) dan PCR H-2 untuk pesawat serta Antigen (H-1) untuk moda transportasi jauh lainnya," tulis pedoman tersebut.

Saat dikonfirmasi, Senior Manager Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Holik Muardi menjelaskan pihaknya belum menerima SE resmi hingga hari ini.

"Sampai saat ini, kami belum menerima surat edarannya (SE) baik dari Kemenhub maupun dari satgas," kata Holik, Kamis (1/7).

Untuk sementara ini, kata Holik, penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta masih diwajibkan menyertakan surat bebas Covid-19 berupa antigen atau PCR Test.

"Untuk saat ini kita masih terapkan Surat Edaran Satgas COVID-19 Udara dan Kemenhub," jelasnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, Mitra Piranti menjelaskan kalau pihaknya baru mendiskusikan secara internal soal peraturan di atas.

"Ini baru terbit panduannya, sedang kami koordinasikan di internal dulu nanti kami informasikan," jelas Mitra.

Menurutnya, panduan tersebut berlaku mulai 3 Juli 2021 mendatang. Selagi belum tanggal tersebut, kata Mitra, maskapai pelat merah tersebut masih berpedoman pada SE Kemenhub yang masih berlaku.

"Sebelum tanggal 3 Juli 2021 kita mengacu pada ketentuan dari gugus tugas dan Kemenhub ya," jelas Mitra.

Aturan yang dimaksud adalah SE Kemenhub Nomor 26 tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menuturkan, pihaknya akan menjalankan aturan baru tersebut untuk mendukung program pemerintah dalam pengendalian Covid-19.

"Terhadap bisnis, Lion Air Group akan beradaptasi, terus menganalisis dan evaluasi," pungkasnya. [ars]


Komentar Pembaca
Prabowo Serahkan
Kursi Roda Buronanan 10 Tahun

Kursi Roda Buronanan 10 Tahun

MINGGU, 27 JUNI 2021 , 01:30:00

De Oranje Angkat Koper

De Oranje Angkat Koper

SENIN, 28 JUNI 2021 , 01:02:00

The ads will close in 10 Seconds