Matikan Pemburu Rente Vaksin Berbayar, Ini Usul Faisal Basri

Politik  SELASA, 13 JULI 2021 , 10:49:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Matikan Pemburu Rente Vaksin Berbayar, Ini Usul Faisal Basri

Ilustrasi vaksin sinopharm

RMOLBANTEN Pemerintah harus segera mengambil alih stok vaksin yang akan digunakan dalam vaksinasi mandiri.

Upaya ini untuk mencegah pemburu rente berkedok vaksinasi mandiri berbayar beraksi mengeruk keuntungan

Demikian saran, ekonom senior Faisal Basri di akun Twitternya, Senin (12/7).

"Untuk membunuh vaksin rente, pemerintah ambil alih stok vaksin yang sudah dan akan dibeli," ujar Faisal Basri.

BUMN farmasi di bawah kendali pemerintah, kemudian diplot menjadi operator vaksinasi untuk mempercepat target herd immunity yang telah dicanangkan pemerintah.

Nantinya dalam pelaksanaannya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga perlu dilibatkan untuk mengaudit vaksinasi yang dioperatori oleh BUMN farmasi.

"Kalau audit BPK nantinya menemukan ada praktik mark up, BUMN farmasi wajib kembalikan kelebihannya kepada pemerintah. Kalau ada unsur pidana, proseslah sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Pemerintah pun diminta untuk belajar dari pengalaman sepanjang menangani pandemi Covid-19 yang sudah melanda sejak awal tahun 2020.

Saat ini, yang harus menjadi fokus pemerintah adalah menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa manusia.

"Jangan sekali-kali melakukan privatisasi kebijakan publik. Jangan alihkan otoritas negara kepada korporasi swasta maupun BUMN serta organisasi pengusaha (Kadin)," tutupnya. [dzk]


Komentar Pembaca
Ketua KPK Resmikan Kantor JMSI Riau

Ketua KPK Resmikan Kantor JMSI Riau

SABTU, 19 MARET 2022 , 13:19:00

Zaki Resmikan Masjid Ash-Shomad

Zaki Resmikan Masjid Ash-Shomad

SABTU, 12 MARET 2022 , 21:06:00

Presiden Dan Gubernur Se-Indonesia Di IKN

Presiden Dan Gubernur Se-Indonesia Di IKN

SENIN, 14 MARET 2022 , 15:23:00

The ads will close in 10 Seconds