Beras PKH Di Pandeglang Tak Layak Konsumsi, Warga Kembalikan Ke Kantor Kelurahan

Kabupaten Pandeglang  KAMIS, 05 AGUSTUS 2021 , 19:39:00 WIB | LAPORAN: MAULANA

Beras PKH Di Pandeglang Tak Layak Konsumsi, Warga Kembalikan Ke Kantor Kelurahan

Warga kembalikan beras tak layak konsumsi/MUL

RMOLBANTEN. Sejumlah warga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang mengeluhkan kualitas beras yang diterimanya.

Pasalnya, Bantuan Sosial Beras (BSB) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tersebut berwarna kekuning-kuningan, bau, banyak kutu serta tidak layak konsumsi.

Tak ayal para warga tersebut, berbondong-bondong mendatangi Kantor Kelurahan Pandeglang untuk mengembalikan beras yang dianggap tidak layak konsumsi tersebut.

Seorang Penerima KPM PKH, asal warga Kampung Cihaseum, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang Kabupaten Pandeglang, Uki mengatakan bantuan beras yang diterimanya tersebut sangat tidak layak konsumsi. Karena beras kekuning-kuningan, berbau dan sudah muncul kutu.

"Warna berasnya kekuning-kuningan, terus agak berbau dan ada kutunya juga pa. Yang lebih parah lagi, banyak yang sudah buluk (usang)," katanya saat ditemui di Kantor Kelurahan Pandeglang, usai mengembalikan beras busuk tersebut, pada Kamis (5/8).

Di lokasi yang sama warga Kampung Kebon Cau, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Dedi merasa sangat kecewa dengan bantuan beras yang dianggapnya tidak manusiawi. Karena menurutnya beras yang diterimanya hanya layak untuk konsumsi hewan.

"Atuh ini mah bukan untuk manusia kang, lihat saja berasnya seperti apa. Masa kita dikasih beras kaya gini, kan ga manusiawi. Binantang juga kalau kata kasarnya mah, pasti menolak untuk memakannya," ungkapnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Lurah Pandeglang M. Apendi mengaku hanya diminta Kecamatan Pandeglang dan PT. Pos untuk menyediakan tempat penyimpanan bansos beras tersebut. Ia tak mengetahui jika kondisi beras bantuan itu sudah menggumpal dan tak layak dikonsumsi saat diterima oleh masyarakatnya.

"Jadi bantuan beras ini kemarin ada dua tahap. Pertama bantuan dari pusat tanggal 2 agustus yang disalurkan untuk 840 KPM, terus besoknya bantuan PKH untuk 464 KPM. Kami terima surat melalui kecamatan yang memohon supaya menyediakan tempat saja, kalau yang menyalurkan itu dari PT. Pos," terangnya.

Apendi mengaku, usai menerima laporan itu langsung mengecek seratusan karung beras yang belum disalurkan ke masyarakat. Hasilnya, terdapat puluhan karung dengan kondisi beras yang juga menggumpal seperti batu.

"Kami enggak tahu kalau kondisi berasnya udah begitu, kami juga kaget. Nanti kami koordinasikan ke pimpinan kami untuk menindaklanjuti masalah ini," tandasnya.

Sementara itu, Pendamping PKH Kelurahan Pandeglang, Ahmad Dimyati saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui kualitas beras yang diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Kecamatan Pandeglang yang tidak layak konsumsi.

Karena tugas pendamping PKH hanya monitoring dan mengawasi penyaluran bantuan beras tersebut dan beras yang disalurkan dikabarkan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdrive Pandeglang Lebak.

"Kalau untuk menentukan kualitas kami tidak ada kapasitas ke situ. Kami di sini hanya monitoring mengawasi penyaluran. Ini (Beras-red) kemungkinan berasnya dari Bulog," dalihnya. [ars]



Komentar Pembaca
Mural Tikus Di Tangsel

Mural Tikus Di Tangsel

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 , 06:18:00

Penghargaan WTP Ke-13

Penghargaan WTP Ke-13

SABTU, 16 OKTOBER 2021 , 06:23:00

Penghargaan Peraih Medali PON

Penghargaan Peraih Medali PON

SABTU, 09 OKTOBER 2021 , 06:30:00

The ads will close in 10 Seconds