Angka Kematian Covid Di Indonesia Versi The Economist Dan Pemerintah Selisih Ratusan Ribu Orang

Data Per 3 September 2021

Internasional  SENIN, 06 SEPTEMBER 2021 , 09:02:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Angka Kematian Covid Di Indonesia Versi <i>The Economist</i> Dan Pemerintah Selisih Ratusan Ribu Orang

Data kematian berlebih atau excess death Covid-19 Indonesia yang disajikan The Economist/Repro

RMOLBANTEN Banyak negara belahan dunia, termasuk Indonesia yang terdampak Covid-19 masuk dalam materi penelitian terbaru majalah Inggris, The Economist. Majalah ini memotret jumlah kasus meninggal Covid-19.

Peneliti senior Center for Strategic and International Studies (CSIS), Haryo Aswicahyono, membagikan temuan terbaru The Economist melalui akun Twitternya, Minggu (5/9).

Haryo menautkan alamat website The Economist yang mewartakan hasil kajiannya terkait angka kasus meninggal dunia Covid-19 di tingkat global, dan secara rinci di negara-negara yang terinfeksi.

Haryo menyoroti angka kematian Corona di Indonesia yang jauh lebih tinggi dari catatan pemerintah.

"The Economist mengeluarkan estimasi excess death (kelebihan kematian kumulatif) berbagai negara. Untuk Indonesia: Cummulative excess death 5,9x angka resmi kematian kumulatif Indonesia," kicau Haryo dikutip redaksi Senin subuh (6/9).

Hasil penelusurannya ke laman The Economist, dirinya menemukan bahwa hingga tanggal 3 September 2021 selisih angka kematian yang dicatat pemerintah Indonesia, jika dibandingkan dengan perhitungan The Economist, jauh berbeda.

"Tanggal 3 September 2021 (angka kematian) Indonesia (official atau dalam catatan pemerintah) 134.930. Indonesia (catatan kematian Covid-19 versi The Economist) 801.414," demikian Haryo.

Kantor Berita Politik RMOL turut mengunjungi laman The Economist, yang mana ditemukan bahwa penelitiannya kali ini mencoba membedakan jenis kematian dengan pendekatan metode excess death atau kematian berlebih.

"This number is the gap between how many people died in a given region during a given time period, regardless of cause, and how many deaths would have been expected if a particular circumstance (such as a natural disaster or disease outbreak) had not occurred," tulis The Ecconomist dalam kata pembukanya.

The Economist memulai perhitungan excess death dari lingkup global terlebih dahulu. Yang mana disebutkan, "Meskipun jumlah resmi kematian yang disebabkan oleh Covid-19 sekarang 4,6 juta, perkiraan terbaik kami jumlah korban sebenarnya adalah 15,2 juta orang".

"Kami menemukan bahwa ada 95 persen kemungkinan bahwa nilai sebenarnya terletak antara 9,4 juta dan 18,2 juta kematian tambahan," demikian The Economist dilansir dari Kantor Berita Politik RMOLID. [dzk]

Komentar Pembaca
1000 Pohon Mangrove

1000 Pohon Mangrove

SENIN, 30 AGUSTUS 2021 , 09:31:00

Spanduk Anies Baswedan Fot Presiden 2024

Spanduk Anies Baswedan Fot Presiden 2024

SELASA, 31 AGUSTUS 2021 , 06:28:00

Jokowi Vaksinasi <i>Door To Door</i>

Jokowi Vaksinasi Door To Door

SELASA, 31 AGUSTUS 2021 , 11:44:00

The ads will close in 10 Seconds