Menyoal Pembubaran BSNP Dan Nasib Pendidikan

*Oleh: Dr. Fauzan MA

Opini  SABTU, 11 SEPTEMBER 2021 , 14:01:00 WIB

Menyoal Pembubaran BSNP Dan Nasib Pendidikan

Ilustrasi tugas BSNP/Repro

RMOLBANTEN Beberapa hari terakhir publik dihebohkan oleh pembubaran Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), lembaga independen yang selama ini berwenang untuk mengawal Standar Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sesuai Perpres No. 62 tahun 2021 tentang Struktur Organisasi Kemendikbudristek, posisi BSNP kini diganti dengan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan yang langsung berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Mendikbudristek.

Prokontra juga muncul dari banyak kalangan sekaligus mempertanyakan substansi pembubaran lembaga tersebut. Bagi Azyumardi Azra, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah menyebutkan bahwa "BSNP yang beranggotakan banyak wakil masyarakat mencerminkan kian menguatnya resentralisasi dan birokratisasi pendidikan nasional. Dengan keterbatasan kapasitas pemerintah untuk benar-bemar memajukan pendidikan nasional, pembubaran BSNP adalah blunder dan setback bagi pendidikan bangsa" (Prof Azyumardi Azra, CBE).

Persolan lain juga muncul, apakah mutu dan standar minimal pendidikan nasional sudah terpenuhi. Padahal, dilihat dari data BPS tahun 2020 lebih dari 70% sarana prasarana sekolah, ruang kelas di setiap jenjang pendidikan kondisinya rusak. Akses internet yang belum merata untuk jenjang SD, angkanya masih berkisar pada 35,97%. Artinya, masih ada persoalan dalam konteks penerapan standarisasi pendidikan nasional.

Secara yuridis formal, keberadaan lembaga BSNP awalnya diatur dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 yakni, "pengembangan standar nasional  serta pemantauan dan pelaporan pencapaiannya secara nasional dilaksanan oleh Badan Standarisasi, Penjaminan, dan pengendalian mutu pendidikan (pasal 35 ayat 3).

Menguatnya persoalan penghapusan BSNP juga karena adanya PP Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan yang tidak memasukkan aturan tentang BSNP. Selanjutnya diperkuat dengan lahirnya Perpres tentang Struktur Organisasi Kementerian Pendididikan, Kebudayaan, dan Pendidikan Tinggi tidak dituliskan. Jika merujuk pada kajian Undang-undang tersebut, keberadaan BSNP memiliki payung hukum yang jelas, dan mekanisme kerja organisasi yang independen.   

Urusan standarisasi nasional pendidikan adalah hal penting yang perlu diseriusi, butuh sumber daya manusia yang memahami pendidikan secara komprehenship, terlebih untuk pendidikan dasar dan menengah. Keberadaan standar-standar pendidikan perlu diperbaiki, diadaptasi dengan perkembangan terkini.

Keterwakilan masyarakat, ormas, praktisi pendidikan yang selama ini berkontribusi dalam pendidikan perlu dilibatkan kembali. Jangan sampai adanya peralihan BSNP ke lembaga Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan lebih karena alasan pragmatis, perampingan oragnisasi karena pertimbangan anggaran.

Badan Standar, Kurikulum dan Asessmen


Ada delapan aspek standar yang terkait dengan masalah pendidikan, yakni standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pembiayaan, standar pengelolaan, dan standar sarana prasarana. Empat aspek pertama yang bersinggungan langsung dengan kurikulum, yakni aspek tujuan, materi ajar, proses pembelajaran, dan penilaian pendidikan.

Istilah standar pendidikan, kurikulum, dan asesmen memiliki peran dan fungsi yang saling terkait. Standar pendidikan berarti acuan minimal yang dijadikan pijakan dalam penyelenggaraan pendidikan. Posisinya menjadi sangat sentral dan signifikan. Kurikulum berkaitan erat dengan kegiatan pembelajaran, mulai dari aspek tujuan, proses, dan evaluasi pembelajaran. Sementara asesmen dipahami sebagai aktifitas penilaian yang dijadikan acuan dalam perbaikan proses pembelajaran.

Terkait dengan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan sebagai pengganti BSNP keberadaannya mempunyai tugas menyelenggarakan penyusunan standar, kurikulum, dan asesmen pendidikan serta pengelolaan sistem perbukuan.

Ada tiga aspek mendasar yang dikaji melalui lembaga baru ini. Pertama, penyusunan kebijakan di bidang standar pendidikan. Pekerjaan besar terkait aspek standar nasional pendidikan yang selama ini ditangani BSNP akan beralih ke lembaga yanh disebut Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.

Kedua, penyusunan kebijakan teknis di bidang kurikulum dan asesmen pendidikan serta pengelolaan sistem perbukuan. Secara operasional tugas lembaga ini melakukan evaluasi, dan mengembangkan kurikulum berdasarkan kebutuhan masyarakat, melakukan kajian efektifitas pembelajaran yang dilakukan oleh lembaga pendidikan. Termasuk mengawal pelaksanaan Asesmen Nasional melalui Asesmen Kompetensi Minimal (AKM), Survey Karakter, dan Survey Lingkungan Belajar yang sudah menjadi kebijakan pemerintah.

Ketiga
, pelaksanaan pengembangan, pembinaan, dan pengawasan sistem perbukuan. Persoalan yang terkait langsung dengan pengembangan bahan ajar, referensi bacaan yang menjadi tuntutan pengembangan kemampuan literasi membaca. Pada aspek ini, diharapkan akan lahir bahan bacaan yang lebih luas, mudah diskses baik dalam bentuk paperless maupun dalam bentuk online paper.

Adanya perubahan kebijakan tersebut diharapkan beberapa hal, pertama, keberadaan Lembaga atau Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan seyogyanya dapat meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Kedua, pengembangan Standar Nasional Pendidikan yang sudah dilakukan BSNP harus tetap dilanjutkan, dan sudah seharusnya menjadi skala prioritas dibanding program lainnya, dan tetap memperhatikan aspirasi masyarakat, pakar pendidikan, praktisi pendidikan, ormas yang memiliki komitmen tinggi dalam bidang pendidikan. Tetap berijtihad demi pendidikan Indonesia yang lebih baik. [red]


*Dosen FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kabid Pendidikan dan Penguatan Karakter IKALUIN Jakarta, Ketua Umum PD PGMI Indonesia




Komentar Pembaca
Durian Pentil

Durian Pentil

MINGGU, 24 OKTOBER 2021

Sabar Menanti Pemerintah Minta Maaf

Sabar Menanti Pemerintah Minta Maaf

SABTU, 23 OKTOBER 2021

Butet Nyanyi

Butet Nyanyi

SABTU, 23 OKTOBER 2021

Dading Faris

Dading Faris

JUM'AT, 22 OKTOBER 2021

Garuda Menyenangkan

Garuda Menyenangkan

KAMIS, 21 OKTOBER 2021

Hari Bangkit

Hari Bangkit

RABU, 20 OKTOBER 2021

Rekonstruksi Pembakar Gadis

Rekonstruksi Pembakar Gadis

RABU, 14 JULI 2021 , 00:25:00

HRS Idul Adha Di Penjara

HRS Idul Adha Di Penjara

RABU, 21 JULI 2021 , 00:06:00

Tangerang Kejar Herd Immunity

Tangerang Kejar Herd Immunity

KAMIS, 22 JULI 2021 , 01:02:00

The ads will close in 10 Seconds