Jawab Kostrad, Fadli Zon: Benda Museum Bersejarah Tidak Bisa Seenaknya Diangkut Atas Permintaan Orang

Politik  SELASA, 28 SEPTEMBER 2021 , 09:11:00 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Jawab Kostrad, Fadli Zon: Benda Museum Bersejarah Tidak Bisa Seenaknya Diangkut Atas Permintaan Orang

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Fadli Zon/Net

RMOLḄANTEN Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Fadli Zon merasa aneh dengan penjelasan pihak berwenang Kostrad terkait hilangnya patung hanya dikarenakan permintaan seseorang.

"Tidak bisa benda museum seenaknya diangkut atas permintaan seseorang. Apalagi menyangkut tonggak sejarah penting bangsa kita. Ini kesalahan yang fatal,” ujarnya lewat akun Twitter pribadi, Senin malam (28/9).

Pengurus teras DPP Gerindra itu lantas bertanya-tanya dengan fenomena yang terjadi di tanah air. Di mana banyak hal-hal yang dihilangkan, mulai dari mural kritis, baliho, hingga patung bersejarah.

"Setelah baliho, kini patung,” sindirnya.
Diketahui, hilangnya diorama yang menggambarkan suasana 1 Oktober 1965 atau beberapa jam setelah 6 jenderal dan seorang perwira muda TNI AD diculik anasir PKI yang ada di tubuh pasukan kawal pribadi presiden, Cakrabirawa di Museum Dharma Bhakti Kostrad menjadi sorotan publik.

Apalagi, yang mengungkap hilangnya patung yang menggambarkan adegan saat Mayjen Soeharto menerima laporan dari Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) Kolonel Sarwo Edhie Wibowo itu adalah mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Kepala Penerangan Kostrad Kolonel Inf Heryantana memang telah menjelaskan alasan patung tersebut tidak lagi ada di Museum karena telah diminta oleh mantan Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Azmyn Yusri Nasution, yang meminta langsung kepada Pangkostrad Letjen Dudung untuk dapat menyerahkan patung-patung tersebut kepadanya.

"Patung itu yang membuat Letjen Purn AY (Azmyn Yusri) Nasution saat beliau menjabat Pangkostrad, kemudian pada tanggal 30 agustus 2021 Pak AY (Azmyn Yusri) Nasution meminta kepada Pangkostrad Letjen Dudung untuk diserahkan kembali pada Letjen Purn AY (Azmyn Yusri) Nasution," ujar Haryantana dalam keterangan tertulis, Senin (27/9).

Namun demikian, ia tak menjelaskan lebih detail kapan pembuatan patung dan patung tersebut mulai di pamerkan di museum Dharma Bhakti Kostrad.

Kantor Berita Politik RMOL sudah coba mendatangi Markas Komando Kostrad, Jalan Medan Medan Merdeka, Jakarta Pusat untuk memastikan terkait hal tersebut. Hanya saja, akses untuk ke museum yang letaknya di gerbang depan Makostrad itu sulit diakses.

Beberapa petugas di sana tidak mengizinkan melihat langsung museum.  [dzk]

Komentar Pembaca
Mural Tikus Di Tangsel

Mural Tikus Di Tangsel

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 , 06:18:00

Penghargaan WTP Ke-13

Penghargaan WTP Ke-13

SABTU, 16 OKTOBER 2021 , 06:23:00

Penghargaan Peraih Medali PON

Penghargaan Peraih Medali PON

SABTU, 09 OKTOBER 2021 , 06:30:00

The ads will close in 10 Seconds