Said Didu: Wajarnya Di Mana, Proyek Kereta Cepat Bengkak Rp 26 T?

Politik  MINGGU, 10 OKTOBER 2021 , 09:56:00 WIB

Said Didu:  Wajarnya Di Mana, Proyek Kereta Cepat Bengkak Rp 26 T<i>?</i>

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu/Ney

RMOLBANTEN Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terjadi embengkakan anggaran yang terjadi. Bukan hal yang wajar, besaran dari pembengkakan tersebut terlalu tinggi. 

Hal itu disampaikan mantan Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu yang menolak klaim dari Kementerian BUMN yang menilai anggaran yang bertambah Rp 26,6 triliun adalah hal wajar. Sebab, angka tersebut lebih dari 10 persen anggaran awal yang sebesar Rp 113,9 triliun. 

"Wajar? Eskalasi biaya lebih 10 persen dari rencana awal adalah pekerjaan orang yang tidak bisa merencanakan,” tegasnya lewat akun Twitter pribadi, Minggu (10/10). 

Anggaran kereta cepat, kata Said Didu semakin tidak wajar jika berkaca dari awal perkiraan. Di mana saat awal rencana pembangunan Jepang memperkirakan biaya pengerjaan habis 6 miliar dolar AS. 

Kala itu, Indonesia mengabaikan tawaran dari Jepang yang dianggap lebih mahal. Bekerja sama dengan China yang menawarkan hanya 5 miliar dolar AS kemudian dipilih. 

"Sekarang melonjak menjadi 8,6 miliar dolar AS. Wajarnya di mana?” tanya Said Didu. 

Diketahui, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyatakan pembengkakan biaya proyek adalah hal yang wajar. Ini lantaran Indonesia baru kali pertama membangun kereta cepat dan terjadi sejumlah kemunduran pembangunan yang menaikkan cost. [dzk]


The ads will close in 10 Seconds