Mencurigakan! Imigrasi Bandara Soetta Tolak Masuk 12 WNA Sri Lanka

Keamanan  SELASA, 12 OKTOBER 2021 , 15:27:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Mencurigakan<i>!</i> Imigrasi Bandara Soetta Tolak Masuk 12 WNA Sri Lanka

Imigrasi Bandara Soetta mendeportasi penumpang pesawat WNA Srilangka yang baru sampai di Indonesia/AUL

RMOLBANTEN Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta menolak masuk 12 warga negara asing (WNA) asal Sri Lanka.

Pihak imigrasi menolak belasan WNA Srilangka tersebut karena memiliki gelagat yang mencurigakan.

Kepala Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Romi Yudianto mengatakan petugas Imigrasi mencurigai ciri, gerak gerik dan gestur tubuh 12 warga Sri Lanka itu saat pemeriksaan dokumen keimigrasian di counter Imigrasi Terminal 3 kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta.

"Salah satunya mereka terlihat sudah terbiasa dalam kerja tim," ujar Kepala Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Romi Yudianto, Selasa (12/10).

Satu diantaranya, yakni mereka terlihat bekerjasama saat memasuki pemeriksaan X-Ray barang bagasi saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Sangat solid saling bahu membahu, menunjukan sudah terbiasa kerjasama hubungan tim," ujarnya.

Ke 12 WNA Sri Lanka ini tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan menggunakan pesawat charter Ekstra Flight Srilankan Airlines UL-1364 route Colombo (CMB) - Cengkareng (CGK).

Pesawat tersebut memuat barang cargo dan 12 orang WNA asal Sri Lanka.

Dari gestur tubuh, kata Romi, 12 WNA Sri Lanka tersebut berbadan tegap, rambut pendek, postur tubuh ideal dengan tinggi badan rata rata 170 centimeter, usia rata rata 25 sampai 35 tahun.

"Wajah mereka tidak mengarah pada pekerja ABK/pelaut seperti yang tertulis dalam dokumen perjalanan mereka," kata Romi.

Petugas Imigrasi juga tidak menemukan kecocokan antara dokumen dan tujuan warga Sri Lanka itu ke Indonesia.

Menurut Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Andika Pandu Kurniawan pada saat pemeriksaan identitas baik pasport dan visa serta sponsor atau agensi petugas Imigrasi mencurigai dokumennya.

"Dimana visa nya (B211A) untuk visit atau kunjungan wisata di Tuban Jawa Timur, sedangkan keberadaan sponsor atau agensi yang mendatangkan ke-12 orang WNA tersebut beralamatkan di Batam Provinsi Kepulauan Riau," kata Pandu.

Pandu menjelaskan, visa yang digunakan 12 warga Sri Langka itu untuk Join Ship dengan sponsor sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang furniture di Tuban, Jawa Timur.

"Tapi 12 WNA Sri Lanka tersebut ke Batam untuk bekerja jadi joint ship (crew kapal laut) di Batam dengan Kapal LPG Gas Courage di Batam," jelasnya.

Selanjutnya belasan warga Sri Lanka tersebut pun dideportasi ke negara asalnya lantaran tak memenuhi dokumen resmi untuk bisa masuk ke Indonesia. [ars]

Komentar Pembaca
Rekonstruksi Pembakar Gadis

Rekonstruksi Pembakar Gadis

RABU, 14 JULI 2021 , 00:25:00

HRS Idul Adha Di Penjara

HRS Idul Adha Di Penjara

RABU, 21 JULI 2021 , 00:06:00

Tangerang Kejar Herd Immunity

Tangerang Kejar Herd Immunity

KAMIS, 22 JULI 2021 , 01:02:00

The ads will close in 10 Seconds