JMSI Jawab Tantangan Era Post Truth Dengan Hadirkan Perusahaan Media Profesional

Nusantara  SELASA, 19 OKTOBER 2021 , 08:44:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

JMSI Jawab Tantangan Era Post Truth Dengan Hadirkan Perusahaan Media Profesional

Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa saat menjadi narasumber dalam acara On Air 104,8 FM Radio Suara Kota Wali, bertajuk "Media Penyiaran di Era Disrupsi" pada Senin sore, 18 Oktober/Ist

RMOLBANTEN Di era kekinian tsunami informasi yang terjadi terbilang paradoks. Semakin banyak informasi yang dihadirkan, semakin orang sangsi dengan informasi tersebut.

Fenomena ini yang belakangan disebut dengan post truth.

Begitu kata Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, saat menjadi narasumber dalam acara On Air 104,8 FM Radio Suara Kota Wali, bertajuk "Media Penyiaran di Era Disrupsi" pada Senin sore (18/10).

Teguh Santosa menjelaskan bahwa post truth terjadi lantaran keyakinan yang dimiliki individu mendahului kebenaran yang datang.

"Misalnya, banyak hal-hal yang kita ketahui lebih dulu dan dianggap sebagai sebuah kebenaran, ketika kejelasan lebih lanjut datang, terlepas dari benar atau keliru, kadang-kadang orang akan tiba pada kesimpulan, "ah enggak, yang benar tuh begini"," urainya.

Dosen Hubungan Internasional UIN Jakarta ini mengatakan, di dalam dunia media, platform digital yang sudah berkembang luas seharusnya bisa membantu. Apalagi di era pandemi Covid-19, semua masyarakat dipaksa untuk mendigitalisasi diri. Mulai dari rapat, sekolah, hingga jumpa pers pemerintah menggunakan piranti yang berkaitan dengan digital.

Karena itu pula CEO RMOL Network ini memandang media memiliki tantangan tersendiri, khususnya dalam menghadirkan informasi yang akurat. Sebab, semakin banyak informasi yang muncul justru acapkali membuat masyarakat ragu dan bingung.

Sejak 15 tahun terakhir, dirinya melihat media sudah mengalami fase ini. Banyak orang ingin memproduksi informasi tetapi memiliki keterbatasan dalam hal kemampuan atau skill.

"Sehingga akhirnya kita dengarlah apa yang namanya kabar bohong, hoax, dan segala macamnya itu," sambung dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Demi menjawab tantangan tersebut, sambung Teguh, sejumlah perusahaan media mendirikan gerakan bernama Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Tujuan JMSI yang didirikan pada Februari 2020 adalah menjadi wadah konsolidasi perusahaan-perusahaan media siber atau online yang tersebar di seluruh Indonesia untuk sama-sama membangun diri.

"Pertama, menjadi perusahaan yang profesional, artinya perusahaan media yang memang memproduksi informasi. Kedua, informasi yang dia produksi itu adalah informasi yang dikerjakan sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik untuk kepentingan (rakyat) banyak," tegasnya.

"Inilah pekerjaan JMSI," demikian Teguh Santosa didampingi Ketua Panitia Rakernas I JMSI, Jayanto Arus Adi.

Jelang penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I JMSI yang akan digelar tanggal 10 sampai 12 November di Semarang, Teguh Santosa sowan ke Walikota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota pada hari ini.

Setelah bertemu Hendrar, Teguh menyempatkan diri berkunjung ke Demak, sebuah daerah yang sudah lama ingin dikunjungi. [ars]


Komentar Pembaca
Penghargaan Habib Rizieq Pejuang NKRI

Penghargaan Habib Rizieq Pejuang NKRI

MINGGU, 12 DESEMBER 2021 , 00:10:00

Selebran Rachel Vennya Di Sidang

Selebran Rachel Vennya Di Sidang

SABTU, 11 DESEMBER 2021 , 01:01:00

Jokowi Komitmen Tuntaskan Pelanggaran HAM

Jokowi Komitmen Tuntaskan Pelanggaran HAM

SABTU, 11 DESEMBER 2021 , 01:39:00

The ads will close in 10 Seconds