Kalah Di Pilkades, Cakades Di Kabupaten Tangerang Gadaikan Dua Mobil Warga

Hukum  SELASA, 19 OKTOBER 2021 , 20:02:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Kalah Di Pilkades, Cakades Di Kabupaten Tangerang Gadaikan Dua Mobil Warga

Ilustrasi penipuan kendaraan bermotor/NET

RMOLBANTEN. Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Tangerang, memakan korban.

Warga Pagedangan, bernama Muklis (29) menjadi korban penipuan oleh oknum calon Kades Mekarsari berinisial IH yang gagal menang saat pencalonan. IH menggelapkan dua unit mobil milik Muklis dan mertuanya.

Muklis menceritakan kronologinya, berawal dari IH yang ingin menyewa mobil rental. Akan tetapi, IH tidak bisa menunjukan persyaratan lengkap yang diminta oleh penyewa rental mobil.

Merasa iba, Muklis meminjamkan mobil milik pribadinya untuk digunakan oleh IH. Namun, bukannya berterima kasih sudah dipinjamkan, IH justru menggadai mobil Sigra dan Agya milik Muklis.

"Ya kan kemarin itu (Pilkades) dia kalah, terus dirental syaratnya enggak terpenuhi tuh. Terus mohon-mohon ke saya, sudahlah saya pinjemin punya saya sama yang mertua. Terus kata dia nanti kalau sudah beres, kesini aja ke rumah," kata Muklis saat dikonfirmasi, Selasa (19/10).

Dikatakan Muklis, saat memakai dua mobil miliknya, IH hanya memberikan jaminan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik mertuanya. Dan, diketahui mertuanya sudah meninggal dunia.

"KTP mertua aja, ternyata mertuanya sudah meninggal juga," ujarnya.

Meski menaruh rasa curiga, Muklis tetap berfikir positif. Akan tetapi, selang beberapa hari kemudian, IH memberi kabar jika mobil miliknya berada di Indramayu dan Subang.

Kaget dengan kabar tersebut, Muklis berusaha mendatangi kediaman IH untuk meminta penjelasan terkait mobil miliknya yang tidak dikembalikan seperti perjanjian awal.

"Jadi dia bilang gini, 'bang ini mobil sudah selesai di Indramayu, ambil aja'. Nah saya kan berdebat sama dia di WA (whatsapp) tuh. Gimana ini masalah mobil, kan dia pinjam harusnya dia balikin. Terus wah enggak beres kan, akhirnya saya kerumahnya ke keluarganya. Dia enggak ada tuh waktu saya kerumahnya," tutur Muklis.

Muklis yang belum bertemu dengan IH, berusaha berbicara dengan pihak keluarganya agar menanyakan keberadaan IH.

Setelah diketahui keberadaan IH, Muklis sesegera mungkin mendatangi lokasi yang diketahui sedang berada di rumah kakaknya.

Saat sudah bertemu, Muklis mencoba menanyakan mobil miliknya yang dipinjam oleh IH. Tetapi, IH dengan santainya menjawab jika dua mobil milik Muklis telah digadai.

"Nah saya sudah kerumahnya dia, ternyata digadaikan sama dia, bilangnya. Tapi yang di sana bilangnya pinjem duit buat jaminan gitu, si penggadainya bilang begitu," ungkapnya.

"Akhirnya saya introgasi dia tuh, mobil dimana? Di Subang katanya. Coba telfon, di telfon sama dia, saya dapat alamatnya yang di Subang sama di Indramayu. Kemarin saya berangkat ke sana tapi di sana enggak ngasih, katanya saya enggak mau tau, yang penting ada duit baru mobil keluar gitu. Yang di Subang Rp 29 juta, di Indramayu Rp 17 juta," tambah Muklis.

Muklis yang geram, berniat menakuti IH akan dilaporkan ke Polisi untuk bertanggung jawab atas tindakannya. Bukannya takut, IH justru menantang Muklis untuk melaporkannya ke Polisi.

"Dia enggak mau tanggung jawab, dia pasang badan. Kalau mau laporin, laporin aja katanya gitu," tandasnya. [ars]


Komentar Pembaca
Mural Tikus Di Tangsel

Mural Tikus Di Tangsel

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 , 06:18:00

Penghargaan WTP Ke-13

Penghargaan WTP Ke-13

SABTU, 16 OKTOBER 2021 , 06:23:00

Penghargaan Peraih Medali PON

Penghargaan Peraih Medali PON

SABTU, 09 OKTOBER 2021 , 06:30:00

The ads will close in 10 Seconds