Venesia BSD Lolos Dari Jeratan TPPO, Pakar Hukum: Sudah Diduga!

Kota Serang  SELASA, 26 OKTOBER 2021 , 19:04:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Venesia BSD Lolos Dari Jeratan TPPO, Pakar Hukum: Sudah Diduga!

Venesia BSD, Serpong, Tangsel/DOK

RMOLBANTEN. Pengadilan Negeri (PN) Tangerang dalam menangani perkara dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang terjadi di Venesia BSD, telah memvonis enam terdakwa pada 2 September lalu.

Dalam vonis tersebut, keenam terdakwa kasus TPPO di Venesia BSD yakni Yatim Suwarto alias Yatim, Tofik Triyatno, Astri Mega Purnamasari alias Mami Mesya, Karlina alias Mami Gisel, Yana Rahmana alias Mami Febi, dan Rifa Abadi disangkakan pasal 296 KUHP tentang pencabulan dengan pidana penjara selama 8 (delapan) bulan.

Vonis tersebut jauh dari dakwaan Jaksa Penuntut Umun (JPU) Kejaksaan Negeri Tangsel yang menuntut keenam terdakwa 6 tahun penjara.

Hasil vonis ke enam terdakwa kasus Venesia BSD mendapat sorotan tajam dari Akademi Hukum Pidana Universitas Pamulang, Halimah Humayrah Tuanaya.

Menurut Halimah, dirinya sudah menduga ada ketidaksungguhan penanganan perkasa Venesia BSD, diawali saat tidak adanya pemanggilan ke petinggi perusahaan karaoke executive Venesia BSD.

"Saya sejak awal ragu dengan kesungguhan penanganan perkara Venesia ini. Sejak tidak ditariknya para petinggi perusahaan sebagai tersangka dan terdakwa tindak pidana. Padahal dalam dakwaan disebutkan dengan jelas peran keduanya," papar Halimah saat dikonfirmasi, Selasa (26/10).

Lanjut Halimah, peran Jaksa Penuntut Umum (JPU) pun, patut dipertanyakan. Sebab, pembuktian JPU dipersidangan tidak bisa memperkuat atau gagal dalam membuktikan dakwaannya.

"Lolosnya keenam terdakwa dari Pasal 2 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang membuktikan bahwa penuntut umum telah gagal dalam membuktikan apa yang didakwakannya. Apakah penuntut umum telah bersungguh-sungguh untuk membuktikan setiap unsur delik dalam Pasal 2 tersebut?," jelasnya.

Diketahui, unsur delik dalam Pasal 2 tersebut adalah adanya perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain, untuk tujuan mengeksploitasi.

"Dengan demikian terdapat proses, cara dan tujuan yang secara limitatif telah ditentukan Undang-undang, yang kemudian harus dibuktikan oleh penuntut umum di pengadilan. Apakah dalam prosesnya pelaku melakukan pemalsuan identitas, atau melakukan perbuatan yang memanfaatkan korban sebagai posisi rentan, atau penjeratan utang, dan lain sebagainya untuk melakukan eksploitasi terhadap korban," ungkap Halimah.

"Proses, cara, dan tujuan inilah yang harus dibuktikan dengan sungguh-sungguh oleh penuntut umum di pengadilan untuk meyakinkan hakim," tambahnya.

Meski, JPU telah mengirimkan surat banding atas vonis dakwaan ke enam terdakwa kasus Venesia BSD.

Halimah justru, menegaskan, jika hal itu merupakan hal yang biasa dilakukan karena adanya perbedaan pandangan dalam memvonis suatu perkara.

"Upaya banding penuntut umum hal yang biasa dilakukan oleh penuntut umum karena adanya perbedaan pandangan dengan hakim yang memutus. Karena dalam dakwaan  penuntut umum mencantumkan Pasal 2, maka berarti penuntut umum telah yakin adanya eksploitasi. Namun gagal membuktikan di hadapan persidangan," tegas Halimah.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Tangsel, Anggara Hendra Setya Ali telah mengajukan banding ke PN Tangerang pada 8 September 2021.

"Kita sudah mengajukan banding atas putusan tersebut. Jaksa penuntut umum telah mengajukan banding hari Rabu tanggal 8 september 2021," jelas Anggara saat dikonfirmasi, Selasa (14/9).

Lanjut Anggara, dasar banding yang diajukan karena pasal yang diputuskan berbeda dengan bukti tuntutan.

"Dasar bandingnya karena pasal yang terbukti dalam putusan berbeda dengan dakwaan yg kita buktikan dalam tuntutan," ujarnya. [ars]

Komentar Pembaca
Mural Tikus Di Tangsel

Mural Tikus Di Tangsel

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 , 06:18:00

Penghargaan WTP Ke-13

Penghargaan WTP Ke-13

SABTU, 16 OKTOBER 2021 , 06:23:00

Penghargaan Peraih Medali PON

Penghargaan Peraih Medali PON

SABTU, 09 OKTOBER 2021 , 06:30:00

The ads will close in 10 Seconds