Susi Pudjiastuti: Mbak Puan, Di India PCR Bisa Rp 96 Ribu, Indonesia Rp 300 Ribu Kemahalan!

Politik  RABU, 27 OKTOBER 2021 , 09:23:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Susi Pudjiastuti: Mbak Puan, Di India PCR Bisa Rp 96 Ribu, Indonesia Rp 300 Ribu Kemahalan!

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti/Net

RMOLBANTEN Pematokan harga tes PCR Rp 300 ribu seperti titah Presiden Joko Widodo dinilai masih terlalu tinggi ditebus masyarakat yang hendak melakukan perjalananan udara via pesawat.

Hal tersebut disampaikan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti dalam merespons pujian Ketua DPR RI, Puan Maharani kepada Presiden Jokowi karena menurunkan tes PCR Rp 300 ribu.

Pemilik maskapai Susi Air ini membandingkan mahalnya biaya tes PCR di Indonesia dengan yang terjadi di India. Di India, tes untuk Covid-19 khusus PCR tak lebih dari Rp 160 ribu.

"Mbak Puan, penurunan menjadi Rp 300 masih terlalu mahal untuk masyarakat. Mohon ke Pak Presiden turunkan lagi. India bisa murah kenapa kita tidak?" kata Susi Pudjiastuti dikutip dari akun Twitternya, Rabu (27/10).

Susi berpendapat, seharusnya harga tes bisa diturunkan kembali atau bahkan sama dengan negara tetangga dekat Indonesia, yakni India.

"Harga PCR mau dipakai disemua moda transportasi. Bisakah harganya seperti India?" ujar Susi melalui akun Twitternya, Selasa (26/10).

Susi di cuitan sebelumnya mengaku heran dengan ketetapan tarif batas atas yang ditetapkan pemerintah, dalam hal ini melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang kini berada pada kisaran Rp 500-900 ribu.

"Kenapa Kita di Indonesia harus bayar empat kalinya? Bahkan enam kali sampai 10 kalinya," tuturnya.

Untuk itu, Susi mendorong agar harga tes PCR di Indonesia bisa sama seperti yang ada di India, apalagi jika harus diterapkan untuk semua moda angkutan yang kemungkinan masyarakat akan merasa keberatan.

"Kenapa diimbau turun hanya sampai dengan Rp 300.000? India PCR Cuma Rp 96 ribu. Di RI kenapa harganya selangit?" tukas Susi.

Diketahui, Puan mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi yang menurunkan harga tes PCR menjadi Rp 300 ribu. Namun Ketua DPP PDIP itu berharap harga PCR tidak lebih mahal dari tiket transportasi publik yang mayoritas digunakan masyarakat.

Apakah artinya masyarakat yang mampu membayar tiket perjalanan, namun tidak mampu membayar tes PCR, lantas tidak berhak melakukan perjalanan? Hak mobilitas warga tidak boleh dibatasi oleh mampu tidaknya warga membayar tes PCR," tekan Puan Maharani. [ars]






Komentar Pembaca
Mural Tikus Di Tangsel

Mural Tikus Di Tangsel

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 , 06:18:00

Penghargaan WTP Ke-13

Penghargaan WTP Ke-13

SABTU, 16 OKTOBER 2021 , 06:23:00

Penghargaan Peraih Medali PON

Penghargaan Peraih Medali PON

SABTU, 09 OKTOBER 2021 , 06:30:00

The ads will close in 10 Seconds