Pembinaan Dan Monitoring Pelaku UMKM Di Tangerang Terkendala Luas Wilayah

Kabupaten Tangerang  JUM'AT, 19 NOVEMBER 2021 , 12:54:00 WIB | LAPORAN: SOPIAN SUKRI

Pembinaan Dan Monitoring Pelaku UMKM  Di Tangerang Terkendala Luas Wilayah

Kasi Pembinaan Usaha Mikro pada Dinas Koperasi Usaha Menengah Kabupaten Tangerang Asmah/SOP

RMOLBANTEN. Dengan luas wilayah sebanyak 29 Kecamatan, 246 Desa dan 28 Kelurahan menjadi dalih Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro (Dinkopum) Kabupaten Tangerang untuk respon keluhan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Usaha Mikro pada Dinas Koperasi Usaha Menengah Kabupaten Tangerang Asmah mengatakan, luasnya wilayah Kabupaten Tangerang adalah salah satu faktor Dinkop kesulitan merespon keluhan para pelaku UMKM untuk langsung melakukan monitoring dan pembinaan.

"Bisa ga disuruh datang kesini, Kabupaten Tangerang kan luas ya, ada 29 kecamatan, jadi kami kesulitan," ujar Asmah di gedung Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro, Jumat, (19/11).

Asmah menjelaskan sesuai Surat keputusan Bupati membentuk Forsamik (Forum Usaha Mikro) yang bertugas sebagai penyambung tangan Pemda Tangerang dengan para pelaku UMKM. Tetapi karena masih kesulitan akhirnya dibentuk pada setiap kecamatan yaitu Forum Usaha Mikro Kecamatan (Forcam).

"Kita ada Forsamik yang membawahi kabupaten, tapi tetap kewalahan akhirnya dibentuk Forcam, yaitu koordinator di tiap kecamatan, seharusnya tugas mereka mendata, ketuanya di Pasar Kemis itu bu kristin," terangnya.

Kemudian Asmah saat disinggung mengenai sebenarnya ada atau tidaknya program pelatihan UMKM dirinya mengungkapkan Dinkop memiliki beberapa program seperti pelatihan pengemasan, pembukuan, legalitas usaha dan juga legalitas halal.

"Sebenarnya ada program, seperti pelatihan pengemasan, pembukuan dan juga legalitas, udah disuruh kesini aja ya pelaku UMKM nya, kita juga maunya semua terlayani ga cuma satu orang aja yang tau program kita," ujarnya.

Terpisah, pelaku UMKM asap Pasar Kemis, Haeroni mengaku kesulitan memasarkan hasil produknya, yakni, spon cuci.

"Ya banyak yang mengeluhkan kesulitan dalam pemasaran dimasa pandemi ini, apalagi sekarang serba online, kita juga ga paham cara jual lewat online," ujar Haeroni. [ars]

Komentar Pembaca
Mural Tikus Di Tangsel

Mural Tikus Di Tangsel

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 , 06:18:00

Penghargaan WTP Ke-13

Penghargaan WTP Ke-13

SABTU, 16 OKTOBER 2021 , 06:23:00

Penghargaan Peraih Medali PON

Penghargaan Peraih Medali PON

SABTU, 09 OKTOBER 2021 , 06:30:00

The ads will close in 10 Seconds