Gedung PAUD Disegel Oknum RW, Camat Karang Tengah: Sudah Dibuka Lagi

Pendidikan  JUM'AT, 19 NOVEMBER 2021 , 12:58:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Gedung PAUD Disegel Oknum RW, Camat Karang Tengah: Sudah Dibuka Lagi

Camat Karang Tengah kembali membuka PAUD yang disegel oknum RW/AUL

RMOLBANTEN. Gedung Posyandu yang hendak digunakan untuk anak-anak PAUD Anyelir di Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang  yang diduga disegel oknum RW akhirnya bisa dibuka.

Hal tersebut diduga lantaran pihak pengelola PAUD enggan memberikan uang pungutan liar kepada oknum RW tersebut.

Pengelola PAUD Anyelir yang beroperasi di Posyandu Anyelir, Perumahan Griya Kencana I, RW 04 Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang diduga dimintai uang senilai Rp. 750.000 agar bisa diberikan kunci gedung Posyandu tersebut.

Camat Karang Tengah, Malkan Al-Masqo mengaku masih belum mengetahui informasi tersebut secara jelas.

"Saya juga belum jelas, nanti kita coba cek kembali apakah benar ada pungutan. Akan kita cek lagi, segera lah kita selesaikan urusan ini," kata Malkan, Jum'at (19/11).

Namun, ia menampik kalau ada penyegelan di PAUD tersebut. Sebab, yang terjadi hanya pintu sekolah itu dalam keadaan terkunci dan adanya masalah komunikasi antara pihak PAUD dan RW.

Malkan pun menyakinkan kalau PTM untuk Paud Anyelir akan tetap berlangsung dan gedung sudah bisa digunakan sebagaimana fungsinya.

"Karena ini hanya kunci saja, kalau ada kunci kita langsung buka dan clear lah besok, cuma kurang komunikasi saja antara pengurus Paud dengan RW di sini," jelas Malkan.

Kabid Pembinaan PAUD Dindik Kota Tangerang, Hendri mengatakan, proses PTM untuk Paud Anyelir akan terus berjalan secara terbatas.

Ia mengaku tidak mempermasalahkan lokasi pembelajaran walau ada di halaman sekolah asal, transfer ilmu tetap bisa berjalan antara guru dan murid.

"Terkait pembelajaran di PAUD ini kita usahakan akan tetap melakukan PTM, bisa di dalam ruangan bisa di luar. Karena memang metode-metode di PAUD ini bermacam-macam. Bisa metode pembelajaran alam, lingkungan dan lain hal," papar Hendri.

Soal penyegelan, lanjut dia, pihaknya menyerahkan kepada perangkat daerah setempat untuk menyelesaikannya.

Pasalnya, mediasi antara pihak yang terkait akan dilaksanakan usai oknum RW kembali, lantaran sedang berada di luar kota.

"Justru ranahnya itu, makanya saya tidak langsung datang ke lokasi, saya berkoordinasi dulu dengan pak camat dan pak lurah setempat karena terkait oknum RW," pungkasnya. [ars]


Komentar Pembaca
Mural Tikus Di Tangsel

Mural Tikus Di Tangsel

KAMIS, 14 OKTOBER 2021 , 06:18:00

Penghargaan WTP Ke-13

Penghargaan WTP Ke-13

SABTU, 16 OKTOBER 2021 , 06:23:00

Penghargaan Peraih Medali PON

Penghargaan Peraih Medali PON

SABTU, 09 OKTOBER 2021 , 06:30:00

The ads will close in 10 Seconds