Berkas Tak Lengkap, Ribuan Warga Serpong Gagal Dapat Sertifikat Tanah

Kota Tangerang Selatan  JUM'AT, 19 NOVEMBER 2021 , 17:03:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Berkas Tak Lengkap, Ribuan Warga Serpong Gagal Dapat Sertifikat Tanah

Gedung kantor BPN Kota Tangsel/MAN

RMOLBANTEN. Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang digulirkan sejak 2017 lalu, masih menyisakan berbagai permasalahan.

Pasalnya, ribuan warga di Kota Tangsel, hingga kini masih belum mendapat kepastian kapan mendapatkan hak sertifikat tanah dari pihak Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangsel.

Salah satu contohnya di wilayah Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel, ratusan warga terpaksa gigit jari lantaran berkasnya dikembalikan oleh pihak BPN karena tidak memenuhi kriteria untuk didaftarkan melalui program PTSL.

"Dari 670 berkas yang kami (Kelurahan Cilenggang, red) usulkan 650 berkas diterima. Tapi terealisasi hanya 337 berkas bidang tanah sisanya dikembalikan lagi oleh BPN karena tidak lengkap," ujar Lurah Cilenggang, Umar Dani kepada RMOLBANTEN, Jumat, (19/11).

Menurut Umar masalahnya adalah, bidang tanah yang telah selesai dilaksanakan sampai dengan tahap pengumpulan data fisik, pengumpulan data yuridis dilanjutkan dengan kegiatan penelitian data yuridis untuk pembuktian hak dan pengumuman data fisik dan data yuridis. Namun, tidak dapat dibukukan dan diterbitkan sertipikat hak atas tanah karena subjek dan/atau objek haknya belum memenuhi persyaratan tertentu.

"Permasalahan kami ada di belum bayar BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, red), atas hak belum jelas dan sebagainya," ungkapnya.

Camat Serpong Dwi Suryani memaparkan, untuk permohonan PTSL di Serpong dari tahun 2018 hingga tahun 2020 ditarget 11.683, dan sudah terealisasi 11.100 berkas. Sehingga, ada sisa belum selesai sebanyak 5 persen atau 583 berkas bidang tanah.

"Kekurangan berkas dan yang lain sebagainya, yang diambil 219 berkas, sisa yang sedang masih berproses di BPN itu 364. Permasalahannya sama dengan kecamatan lain, akte notarisnya, BPHTB dan lain sebagainya," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam program yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nomor 12 tahun 2017 tentang PTSL dan Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2018 itu khususnya di Kota Tangsel, tercatat ada total 140 ribu bidang tanah yang masuk dalam program PTSL. Namun hingga kini masih ada sekitar 3.000 lebih berkas bidang tanah yang belum terselesaikan pembuatan sertifikatnya.

Bila dirincikan, setiap kecamatan memiliki ratusan hingga ribuan pemohon PTSL yang masih mandeg di BPN Tangsel. Serpong Utara tersisa 934 berkas pemohon, Setu tersisa 622 berkas pemohon, Serpong 364 berkas pemohon, Ciputat tersisa 819 berkas pemohon, Pondok Aren tersisa 1331 berkas pemohon, Ciputat Timur tersisa 561 berkas pemohon, Pamulang tersisa 370 berkas pemohon.

Sementara itu, menurut Kepala Kantor BPN Kota Tangsel, Harison Mocodompis pihaknya akan terus mempercepat proses pengurusan PTSL di Kota Tangsel.

"Saat ini kami terus berupaya untuk melakukan percepatan penyelesaian program PTSL, rencananya pada HUT Tangsel ke-13, kita akan serahkan 1.000 sertifikat," pungkasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Ketua KPK Resmikan Kantor JMSI Riau

Ketua KPK Resmikan Kantor JMSI Riau

SABTU, 19 MARET 2022 , 13:19:00

Zaki Resmikan Masjid Ash-Shomad

Zaki Resmikan Masjid Ash-Shomad

SABTU, 12 MARET 2022 , 21:06:00

Presiden Dan Gubernur Se-Indonesia Di IKN

Presiden Dan Gubernur Se-Indonesia Di IKN

SENIN, 14 MARET 2022 , 15:23:00

The ads will close in 10 Seconds