Pembubaran Sumbernya Khayalan, Mahfuf MD: Posisi MUI Kokoh Dalam Perundang-undangan

Politik  MINGGU, 21 NOVEMBER 2021 , 01:07:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Pembubaran Sumbernya Khayalan, Mahfuf MD: Posisi MUI Kokoh Dalam Perundang-undangan

Menkopolhukam Mahfud MD/Net

RMOLBANTEN Menko Polhukam Mahfud MD meminta masyarakat tidak terjebak provokasi dengan munculnya desakan pembubaran MUI usai penangkapan tiga ulama terduga teroris

Hal itu terkait desakan sekelompok masyarakat yang meminta pemerintah membubarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menjadi perbincangan belakangan ini. Desakan itu setelah Densus 88 Antiteror Polri menangkap anggota Komisi Fatwa MUI Pusat Ahmad Zain An Najah

"Jangan memprovokasi memgatakan bahwa Pemerintah via Densus 88 menyerang MUI. Itu semua provokasi yang bersumber dari khayalan, bukan dari pemahaman atas petistiwa," ujar Mahfud MD dalam cuitan akun Twitternya, Sabtu (20/11).

Kata Mahfud, penangkapan karena adalah tindakan personal. Hal ini tidak bisa disimpulkan pemerintah ingin mendiskreditkan MUI dengan penangkapan Ahmad Zain.

"Teroris bisa ditangkap dimanapun, di hutan, mal, rumah, gereja, masjid, dan lainnya. Kalau aparat diam dan terjadi sesuatu, bisa dituding kecolongan," katanya.

Mahfud MD menegaskan, posisi MUI sudah kokoh dalam sitem perundang-undangan dan tidak mudah untuk dibubarkan.

"Misalnya di dalam UU 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal (Pasal 1.7 dan Pasal 7.c). Juga di Pasal 32 (2) UU 21/2008 tentang Perbankan Syariah. Posisi MUI kuat tak bisa sembarang dibubarkan," tandasnya. [dzk]

The ads will close in 10 Seconds