MUI Ingatkan KSAD Jenderal Dudung Jangan Banyak Bicara Soal Agama

Politik  KAMIS, 02 DESEMBER 2021 , 00:58:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

MUI Ingatkan KSAD Jenderal Dudung Jangan Banyak Bicara Soal Agama

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurrachman/Repro

RMOLBANTEN Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperingatan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurrachman, untuk hati-hati bicara soal agama karena bukan bagian dari peranannya.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, Rabu (1/2).

Sebagai informasi Jenderal Dudung baru-baru ini banyak membicarakan soal agama dalam beberapa kesempatan.

Teranyar dia menyatakan, "Kalau saya berdoa setelah shalat, doa saya simpel aja, ya Tuhan pakai bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita bukan orang Arab," kata Dudung dalam aat hadir di Podcast Deddy Corbuzier.

"Saya senang KSAD bicara tentang masalah agama. Tapi kalau bisa beliau jangan sampai berbuat salah dalam menafsirkan, dan memahami serta menjelaskan ajaran agama Islam tersebut," ujar Anwar Abbas.

Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan ini mengkhawatirkan apa yang disampaikan Dudung tentang pandangan Islamnya bisa menimbulkan kontroversi dan  kesalahpahaman serta kegaduhan di kalangan umat.

"Karena itu, saya lebih cenderung menyarankan beliau untuk lebih fokus kepada apa yang menjadi tugas utama beliau," tuturnya.

Salah satu tugas Dudung, disebutkan Anwar adalah soal kelompok kekerasan bersenjata (KKB) dan separatisme di Papua yang semestinya mejadi perhatian KSAD.

"KSAD seharusnya lebih banyak bicara tentang hal tersebut, terutama bagaimana caranya supaya kita bisa menumpas gerakan separatis tersebut sehingga keutuhan dan persatuan kita sebagai bangsa dari Sabang sampai Merauke," katanya.

Persoalan Papua yang masih menggelayut hingga hari ini lebih penting, ketimbang persoalan agama yang diangkat Dudung ke perukaan dengan tanpa maksud yang jelas.

"Tentara terutama KSAD harus bisa melakukan gerak cepat untuk memadamkannya. Sebab, kalau apinya sudah besar dan membesar maka tidak mustahil Papua juga akan bisa bernasib sama dengan Timor Timur. Dan hal itu tentu jelas sangat-sangat tidak kita inginkan," demikian Anwar Abbas dilansir dari Kantor Berita Politik RMOLID. [dzk]


Komentar Pembaca
Penghargaan Habib Rizieq Pejuang NKRI

Penghargaan Habib Rizieq Pejuang NKRI

MINGGU, 12 DESEMBER 2021 , 00:10:00

Selebran Rachel Vennya Di Sidang

Selebran Rachel Vennya Di Sidang

SABTU, 11 DESEMBER 2021 , 01:01:00

Jokowi Komitmen Tuntaskan Pelanggaran HAM

Jokowi Komitmen Tuntaskan Pelanggaran HAM

SABTU, 11 DESEMBER 2021 , 01:39:00

The ads will close in 10 Seconds