Survei IPO: Kepuasan Masyarakat Pada Kinerja Presiden Kian Turun

Politik  SABTU, 04 DESEMBER 2021 , 10:58:00 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Survei IPO: Kepuasan Masyarakat Pada Kinerja Presiden Kian Turun

Persepsi kinerja presidenmenurut Survei IPO/Repro

RMOLBANTEN Kepuasan pada kinerja Presiden kian merosot, hanya mencapai angka 51 persen, sebelumnya pada periode survei di bulan Agustus 2021 masih di angka 52 persen.

Sementara angka ketidakpuasan pada kinerja Presiden berada di angka 47 persen, 2 persen sisanya ragu-ragu memberikan penilaian.  

Pada periode Agustus 2021, angka ketidakpuasan hanya mencapai 41 persen dengan 7 persen penilaian ragu-ragu. Terjadi peningkatan angka ketidakpuasan sebesar 4 persen hanya dalam kurun waktu 3 bulan.

Hasil tersebut berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan  Indonesia Political Opinion (IPO)yang dilakukan pada 29 November hingga 2 Desember 2021.

"Persepsi kepuasan publik terhadap kinerja Presiden dalam penanganan pandemi masih belum dominan, cenderung kian menurun jika dibandingkan dengan survei periode Agustus 2021. Termasuk dalam hitungan detail turut terjadi penurunan pada bidang sosial, hukum dan politik. Bahkan, tingkat kepuasan publik pada kinerja Presiden berada di bawah persentase jumlah pemilih Joko Widodo-Maruf Amin di Pemilu 2019," ujarDirektur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah, ḍalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Sabtu (4/12).

Kinerja Wapres


Senada dengan penurunan kepuasan pada kinerja Presiden, Wakil Presiden Maruf Amin pun takluput dari sorotan survei publik IPO. Maruf Amin dalam perspektif publik hanya memuaskan di angka 31 persen, tidak memuaskan 62 persen, sisanya 7 persen menyatakan ragu-ragu. Jika dibandingkan dengan Presiden, penilaian publik ini terpaut sangat jauh.

"Tidak banyak berubah hasil survei ini dengan periode Agutus 2021. Posisi Wapres dalam persepsi publik tetap jauh di bawah tingkat kepuasan pada kinerja Presiden. Bahkan bidang sosial sekalipun yang paling dekat dengan ketokohan Wapres cenderung konsisten menurun hingga di angka 27 persen. Kondisi ini menandai semakin banyak publik yang tidak percaya pada kapasitas Wapres Maruf Amin," ujar Dedi Kurnia Syah.

Secara detail, kinerja pemerintah pada bidang Hukum dan Politik, merupakan bidang paling signifikan berkontribusi pada penurunan angka persepsi publik, yakni hanya memuaskan di angka 39 persen. Sementara dua bidang lainnya cukup baik, bahkan bidang Ekonomi melampaui persepsi pada kepuasan Presiden yakni sebesar 53 persen, dan bidang sosial sebesar 48 persen.

"Kontribusi terbesar penurunan persepsi publik dari kinerja bidang Politik dan Hukum, juga terkait kinerja kementerian kesehatan yang hanya mampu memuaskan di angka 36 persen. Tentu ini di sayangkan, bagaimanapun kerja kemenkes paling disorot sepanjang pandemi," demikianDedi Kurnia Syah. [dzk]

Komentar Pembaca
Penghargaan Habib Rizieq Pejuang NKRI

Penghargaan Habib Rizieq Pejuang NKRI

MINGGU, 12 DESEMBER 2021 , 00:10:00

Selebran Rachel Vennya Di Sidang

Selebran Rachel Vennya Di Sidang

SABTU, 11 DESEMBER 2021 , 01:01:00

Jokowi Komitmen Tuntaskan Pelanggaran HAM

Jokowi Komitmen Tuntaskan Pelanggaran HAM

SABTU, 11 DESEMBER 2021 , 01:39:00

The ads will close in 10 Seconds