Burhan: PT Aneh Dan Tidak Lazim Di Negara Dengan Sistem Presidensial

Politik  SABTU, 08 JANUARI 2022 , 09:08:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Burhan: PT Aneh Dan Tidak Lazim Di Negara Dengan Sistem Presidensial

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi/Net

RMOLBANTEN Bagi negara penganut sistem presidensial seperti Indonesia. Ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold (PT) adalah hal tidak lazim .

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, mempunyai pandangan PT harus dihapuskan karena akan semakin menggerus kehidupan demokrasi di Indonesia.

Menurut Burhan, adanya presidential threshold menjadi semakin aneh ketika dipatok sangat tinggi, yakni 20 persen kursi di parlemen atau 25 persen suara pemilu terakhir.

Mantan Ketua BEM UIN Jakarta itu, menyebut persyaratan dinilai aneh karena bersifat pembatasan orang untuk maju sebagai calon presiden. Padahal, konstitusi tidak membatasinya.

Presidential threshold itu aneh dan tidak lazim di negara lain. Tidak ada pembatasan yang ketat seperti di Indonesia untuk maju sebagai calon presiden," kata Burhanuddin kepada wartawan, Jumat (7/1).

Ditegaskan, Burhan presidential threshold memang ada di negara lain, tetapi sebagai syarat untuk menang setelah pemilihan presiden berlangsung.

Sehingga, masih kata Burhanuddin, menjadi aneh ketika Indonesia dengan sistem presidensial justru menjadikan presidential threshold sebagai syarat mengajukan calon presiden oleh partai politik.

"Bahkan di Amerika Serikat calon independen pun bisa maju sebagai calon presiden,” tandasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Penghargaan Habib Rizieq Pejuang NKRI

Penghargaan Habib Rizieq Pejuang NKRI

MINGGU, 12 DESEMBER 2021 , 00:10:00

Selebran Rachel Vennya Di Sidang

Selebran Rachel Vennya Di Sidang

SABTU, 11 DESEMBER 2021 , 01:01:00

Jokowi Komitmen Tuntaskan Pelanggaran HAM

Jokowi Komitmen Tuntaskan Pelanggaran HAM

SABTU, 11 DESEMBER 2021 , 01:39:00

The ads will close in 10 Seconds