Pensiunan Guru Di Tangsel Ini Cari Keadilan, Tanah 6000 Meter Persegi Diduga Dicaplok Pengembang

Hukum  JUM'AT, 14 JANUARI 2022 , 01:42:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Pensiunan Guru Di Tangsel Ini Cari Keadilan, Tanah 6000 Meter Persegi Diduga Dicaplok Pengembang

Ibu Siti Hadidjah pensiunan guru yang berusia 85 tahun menjadi korban dugaan praktik mafia tanah/LAN

RMOLBANTEN Dugaan terjadi praktek mafia tanah menimpa Siti Hadidjah (85) seorang pensiun guru. Ia harus menelan pil pahit saat harta berharga satu-satunya berupa tanah seluas 6.000 meter persegi dicaplok pengembang.

Tanah yang diakui miliknya itu telah terbit Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas nama PT Jaya Real Property (JRP) pada tahun 2012.

Tanah yang berada di Jalan Beruang, RT 006/002, Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Tangsel ini diakui oleh anak kandung Siti Hadidjah yakni Hariawan (55) belum pernah dijual.

"Lahan milik ibu Siti Hadidjah, hingga hari ini belum pernah dijual belikan ke pihak mana pun, termasuk PT. JRP. Kenapa sekarang di lokasi sudah dipasangi pagar dan plang PT. JRP," ungkap Hariawan dalam keterangannya, Kamis (13/1).

Ari, sapaan akrabnya menambahkan, untuk memperjuangkan hak atas tanah ibunya, ia sudah melakukan beberapa upaya.

Mulai dari melaporkan kejadian tersebut ke Polrestro Jakarta Selatan dan menemui mantan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany yang tak ada hasil.

Akan tetapi, pihak kepolisian mengeluarkan Surat Perintah Pemberhentian Perkara (SP3), tanpa alasan yang jelas.

"Akhirnya saya meminta bantuan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perkumpulan Catur Wangsa Indonesia (PCWI) untuk terus mengawal dan memperjuangkan harta milik ibu saya," tandasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Siti Hadidjah dari LBH PCWI, Erwin Fandra Manullang menjelaskan, sangat aneh tanah yang tidak pernah dijual, tetapi bisa terbit SHBG atas nama PT Jaya Real Property.

Bahkan, pihaknya telat bersurat kepada Lurah Pondok Ranji pada 11 November 2021 perihal pencaplokan lahan tanah milik kliennya. Dan, justru mendapat balasan surat yang keliru.

Terlebih Lurah, mengirim surat balasan dengan nomor. 594.3/91/Pd.R/2021, tanggal 13 November 2021, yang pada esensinya menyebutkan bahwa di atas tanah persil 9 D IV Persil C 1352 seluas 6000 Meter Persegi terletak di Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, telah terdapat Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 1655, GS Nomor: 22847, tertanggal 28 Juli 1997 seluas 71.502 M2.

"Saya rasa Lurah sangat tidak mengedepankan prinsip keterbukaan informasi publik atas jawaban suratnya. Dalam suratnya tanggal 13 November 2021, disebut bahwa diatas tanah Persil 9 D IV Persil C terdapat SHGB 1655," ujar Erwin.

"Lurah tidak memberikan lampiran yang detil dan komprehensif berupa dokumen-dokumen atau pun bukti surat-surat terkait riwayat terbitnya SHGB 1655. Anehnya Lurah malah melampirkan copy-an surat dari PT Jaya Real Property tanggal 12 November 2021, perihal informasi status tanah,” sambung Erwin.

Lanjut Erwin, berdasarkan Akta Jual Beli nomor 590/1142/JB/KEC.CPT/1987, tanggal 26 Mei 1987, Siti Hadidjah merupakan pemilik yang sah atas tanah persil  9 D IV Girik Letter C 1352 seluas 6000 meter persegi di Jalan Beruang, RT 006/002, Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, Tangsel.

"Klien kami adalah pemilik yang sah, bahwa Ibu Siti Hadidjah selaku pembeli tanah tersebut dari Surya Darma bertindak sebagai penjual yang merupakan ahli waris alm. A Basim Niran," tuturnya.

"Dibuktikan melalui surat penjelasan yang di buat oleh Camat Ciputat, tertanggal 01 Desember 2021. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Akta Jual Beli 590/1142/JB/KEC.CPT/1987 tercatat di kantor Kecamatan Ciputat, pada buku register dengan nomor urut 1142. Artinya ibu Siti Hadidjah pemilik yang sah secara hukum," lanjut Erwin.

Untuk itu, pihaknya bingung atas kemunculan SHGB di atas tanah tersebut dan mempertanyakan kemunculan SHGB atas nama PT Jaya Real Property.

"Tapi kenapa bisa terbit SHGB 1655 di atas tanah tersebut. Padahal sejak membeli tanah tersebut hingga saat ini, Ibu Siti Hadidjah tidak Ppernah menjual tanahnya kepada siapa pun. Aneh bila terbit SHGB. Jadi belum ada peralihan yang sah secara hukum," kata Erwin.

Terpisah, Tim Legal PT Jaya Real Property, Fachrullian, menerangkan, jika tanah milik kliennya sudah SHGB semua.

"Belum detail saya tahunya, emang kita sudah SHGB semua," ucap Fachrullian.

Mengenai dugaan pencaplokan lahan milik Siti Hadidjah, ia berdalih jika dasar SHGB yang terbit sesuai dengan pembelian dari PT Permadani.

"Itu tadi, kami sudah. Sebenarnya ceritanya sama dengan A. Basim, kami membeli dari PT Permadani, kami sudah SHGB. Kalau muncul dengan dasar-dasar seperti ini kami juga tidak mengetahui. Dasarnya sama dari PT Permadani," tegasnya. [ars]


Komentar Pembaca
Penghargaan Habib Rizieq Pejuang NKRI

Penghargaan Habib Rizieq Pejuang NKRI

MINGGU, 12 DESEMBER 2021 , 00:10:00

Selebran Rachel Vennya Di Sidang

Selebran Rachel Vennya Di Sidang

SABTU, 11 DESEMBER 2021 , 01:01:00

Jokowi Komitmen Tuntaskan Pelanggaran HAM

Jokowi Komitmen Tuntaskan Pelanggaran HAM

SABTU, 11 DESEMBER 2021 , 01:39:00

The ads will close in 10 Seconds