Keroyok Penagih Utang Ampe Tewas! Lima Warga Kota Tangerang Divonis Empat Tahun Penjara

Hukum  SELASA, 25 JANUARI 2022 , 07:46:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Keroyok Penagih Utang Ampe Tewas! Lima Warga Kota Tangerang Divonis Empat Tahun Penjara

Sidang pembacaan vonis pengeroyokan debt kolektor di Kota Tangerang/AUL

RMOLBANTEN Lima orang warga Kota Tangerang berinisial EA, EB, MS, A, dan SNM divonis empat tahun penjara usai mengeroyok seorang debt kolektor hingga meninggal dunia.

Vonis tersebut dibacakan langsung oleh Hakim Ketua Fathul Mujib di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (24/1) malam.

"Menyatakan kelima orang tersebut telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana secara terang terangan yang telah menyebabkan meninggal dunia. Terdakwa dituntut 4 tahun penjara dan ditetapkan untuk berada di ruang tahanan," ujar Hakim Ketua.

Dalam persidangan ini pengadilan juga membenarkan terdapat sebilah pisau yang dibawa oleh korban W dalam melakukan penagihan.

"Korban mengambil sebilah pisau di pinggang sebelah kiri," sebutnya.

Kejadian nahas yang terjadi pada 8 April 2021 ini terjadi di wilayah Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Berawal dari W dan H yang merupakan debt kolektor menagih hutang kepada terdakwa EA dengan mengancam seluruh anggota keluarga EA.

"Mereka bilang mau menagih hutang, tapi semua orang di rumah tersebut diancam, padahal sudah bilang pak EA nya engga ada," ujar DR, salah satu keluarga terdakwa usai sidang.

Kata DR, bukan hanya melakukan pengancaman, kedua orang tersebut juga melakukan pengrusakan gudang terdakwa EA. Tidak sampai disitu, kedua orang penagih hutang tersebut juga melakukan teror yang sama di gudang milik EA.

"Di gudang itu baru keributan terjadi. Rupanya salah satu dari penagih hutang itu membawa pisau, dan mungkin karena ramai dan mau membela diri makanya terjadi pengeroyokan, pisau milik debt kolektor itu juga kita sudah serahkan ke pihak kepolisian," jelasnya.

Namun akibat luka serius dalam pengeroyokan tersebut, W akhirnya tewas di rumah sakit.

"Kami juga yang bawa korban ke rumah sakit. Tetapi memang sudah tidak tertolong," tukasnya.

Sementara itu dijumpai di depan ruang sidang H seorang rekan W yang mendatangi sidang putusan tersebut mengaku hanya melakukan tugasnya.

"Kita cuma nagih. Kita juga bawa invoice hutang pak EA" terangnya.

Meskipun dirinya sempat berkilah terkait penggunaan sajam yang dilakukan saat penagihan, dirinya tidak memungkiri jika terdapat pengancaman dalam peristiwa tersebut.

"Kita engga pernah bawa pisau, kalau pengancaman memang logat korban seperti itu dan benar," pungkasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Ketua KPK Resmikan Kantor JMSI Riau

Ketua KPK Resmikan Kantor JMSI Riau

SABTU, 19 MARET 2022 , 13:19:00

Zaki Resmikan Masjid Ash-Shomad

Zaki Resmikan Masjid Ash-Shomad

SABTU, 12 MARET 2022 , 21:06:00

Presiden Dan Gubernur Se-Indonesia Di IKN

Presiden Dan Gubernur Se-Indonesia Di IKN

SENIN, 14 MARET 2022 , 15:23:00

The ads will close in 10 Seconds